Sunday, 4 April 2010

Happy Easter 2010!


Happy Easter for everybunny body

Well I was going to write my post in English
but I realize that it won't simple
(because I want to share a quite long story)
so I decided to write this post in Indonesia :)




ya ya ya!
hari ini adalah hari Paskah *buka KBBI*
Pas·kah n hari raya peringatan wafat dan kebangkitan Isa Almasih.

Paskah kali ini kembali gw jalani seperti Paskah2 sebelumnya.
ga ada puasa (padahal tahun ini gw udah 18)
dan ga ada pantang (begitu selesai UAN, gw eforia nonton DVD smp pagi!
hh, menyedihkan..)
tadinya gw berniat untuk berubah,
apa daya, alat berubah gw lagi dipinjem Usagi (Sailormoon).
ya sudah, tetap begini2 sajalahh gw sekarang. hahahaha..

tahun2 lalu, biasanya kalau Paskahan,
gw, bokap, nyokap, kakak gw, kabur ke Cimahi, ke Pratista
untuk merayakan Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci) dan Paskah.
kami kesana karena tempatnya kondusif sekali untuk beribadat.
tenang, sejuk dan khusuk.
ga kayak gereja2 di Jakarta yang panas dan biasanya padat banget
sampai ketenangan dalam gereja nyaris nihil.

tapi semenjak lingkungan gw akhir2 ini suka ditunjuk
buat tugas menjadi kolektan (jd petugas yg biasa ngambilin duit kolekte di gereja)
jadinya kami tidak pernah mengunjungi Pratista lagi
dan terjebaklah kami di Jakarta yang entah mengapa bisa menjadi
sangat sangat panas di saat2 menjelang Paskah.


nah, jadi ceritanya, sudah menjadi tugas kolektan
untuk menghitung uang seselesainya misa.
pas ngitung2 duit, sudah menjadi kebiasaan
para ibu2 dan bapak2 di lingkungan gw untuk mengomel
karena duit2 ribuan yang lecek yang harus kami rapihkan.
memang cukup menyebalkan sih.
mengingat ada banyaaak duit seribuan yang diremas2 smp kecil
di dalam kantong2 kolekte.
kenapa juga orang harus merasa malu menyumbang seribu rupiah?!
ga ada yang peduli juga siapa menyumbang berapa, kan?

pas lagi pada ngomel2 tentang duit lecek gitu,
tiba2 seorang bapak2 yang ikut membantu menghitung
dan merapihkan uang bilang
"Kenapa ga ditransfer aja sih uang kolektenya?"
otomatis semua orang disitu pada tertawa ironi
dan saling menimpali.

"Iya, kenapa ga sekalian aja teks misa di proyektorin,
jadi ga buang2 kertas."

"Kenapa ga kotbahnya di CD-in aja, denger masing2"

"Sekalian aja misanya dibagiin ke rumah2 dalam CD,
diputar di rumah masing2."


hahaha, lucu juga ya.
gw membayangkan beberapa puluh tahun ke depan hal itu mungkin terjadi.
namanya Geral, Gereja Digital.
kita bisa memutar misa di rumah.
memilih pastor yang kotbahnya bagus yang berkenan untuk kita dengarkan.
atau memilih pastor yang ganteng, jadi betah nontonin misanya.
memilih gereja yang interior desainnya bagus. dsb..

bagaimana menurut kalian? :)

nb: perkenalkan almarhum kelinci gw tersayang, si Gendut
yang meninggal tahun lalu
(lupa kapan tepatnya krn waktu itu gw jg lagi sakit)
yeah2, senyum gw maksa banget disitu :D hahaha.. bodo amat.
aku sayang si Gendutkuuu sayang!