Sunday, 28 November 2010

Grow and Glow X Music3logy 2: The Swashbuckling Pirates

27 November,
sebuah hari Sabtu di minggu ke-47
pada tahun 2010
yang entah mengapa menjadi sebuah hari dimana
seorang Pirates menjadi Grow and Glow




adalah acara yang diselenggarakan mahasiswa baru
Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya 2010
dalam rangka menutup rangkaian acara masa bimbingan (mabim).

personally, gw merasa kegiatan ini agak sia2.
secara acara tutup mabim itu sendiri udah ditutup
pas pertemuan terakhir mabim,
ngapain lagi bikin sebuah acara heboh2 menghabiskan
dana 16juta (tanpa sponsor) hanya utk menutup mabim
yang shrsnya bisa ditutup tnp perlu buang duit?

well, itu totally opini gw,
sm sekali ga ada maksud menyinggung atau menghakimi siapapun.
jadi klo ada yg merasa tersungging krn tulisan gw ini,
yaa salahnya sndiri
hohoho...





well, semoga penguploadan foto2 tsb di blog gw ini
bisa sedikit menghapus dosa gw yg tdk dtg ke acara tsb >.<



sekarang membahas pensi SMA Don Bosco II, Pulomas,
SMA gw dulu, yg pensinya baru pertama kali gw lihat
setelah lulus dr sana. hahahahha. ironi.



semua seperti tumpah jadi satu dalam event pensi DB II kali ini.
ada Mocca (band indie kesayangan gw)
ada Calvin Jeremy, The Bannery, who else who else...
ada Abdul and The Coffee Theory ft Echa Soemantri (kyaaa~ Echa!!!)
ada MaliQ n D'Essentials (yg pd akhirnya ga gw tonton krn terlalu malam)
sekaligus melepas rindu pd teman2 SMA DB II yg sdh tersebar
di berbagai penjuru lokasi.









setelah melaluinya, gw tidak menyesali pilihan gw
untuk memilih datang ke pensi drpd ke acara yg satu lagi ;) hho

photos sources: link link link
sorry ^^,
last edited on: Jan, 14. 19:53

Sunday, 7 November 2010

Aku dan Dia

Kami, aku dan dia.
Dia dia, aku aku.
Aku tidak sama dengan dia.
Semua orang tahu itu seharusnya sejak kami lahir.

Aku iri dengannya.
Bukan sekedar iri satu dua hari,
tapi iri yang benar-benar mendaging.
Dia seperti mengambil semua yang bisa kumiliki.
Dia seperti menguasai semua yang bisa kupunya.

Sedih, karena dia selalu ada jika kubutuhkan.
Marah, karena dia selalu tahu jika kutanya.
Kecewa, karena dia selalu bisa lebih baik dariku.

Empat tahun bukan waktu yang lama.
Bukan tidak mungkin mengejar empat tahun itu.
Tapi bagiku, dia terlalu jauh untuk kukejar.
Semua yang sudah menjadi miliknya, seakan takkan mungkin kumiliki juga...