Sunday, 7 November 2010

Aku dan Dia

Kami, aku dan dia.
Dia dia, aku aku.
Aku tidak sama dengan dia.
Semua orang tahu itu seharusnya sejak kami lahir.

Aku iri dengannya.
Bukan sekedar iri satu dua hari,
tapi iri yang benar-benar mendaging.
Dia seperti mengambil semua yang bisa kumiliki.
Dia seperti menguasai semua yang bisa kupunya.

Sedih, karena dia selalu ada jika kubutuhkan.
Marah, karena dia selalu tahu jika kutanya.
Kecewa, karena dia selalu bisa lebih baik dariku.

Empat tahun bukan waktu yang lama.
Bukan tidak mungkin mengejar empat tahun itu.
Tapi bagiku, dia terlalu jauh untuk kukejar.
Semua yang sudah menjadi miliknya, seakan takkan mungkin kumiliki juga...