Tuesday, 25 December 2012

Tahun Spesial

2012 bisa dibilang menjadi tahun yang bermakna bagi gw.
Bukan, bukan karena isu kiamat yang dimilikinya,
tapi karena banyak hal yang terjadi di tahun ini
yang cukup mengubah cara berpikir gw.

Salah 2 dari antara kejadian-kejadian bermakna di tahun ini
tidak jauh-jauh dari kado.
Pertama, gw dapat kado ulang tahun di awal tahun
berupa ikut pelatihan rohani yang mengubah cara pandang gw
terhadap rutinitas misa ke gereja.

Yang kedua, hari ini (kemarin tgl 24 malam, lebih tepatnya)
gw dapat kado satu lagi, berupa hadiah Natal yang akan sangat sulit untuk gw lupakan.

Ditambah sebuah rosario yang tidak ada dalam foto ini
Kado Natal gw tahun ini diberikan langsung oleh Rm Hardi.
Beliau adalah sosok Romo yang sangat gw hormati
karena ia sungguh mencerminkan apa yang telah dipelajarinya
melalui tutur kata dan perbuatannya.
Romo mengalungkan salib itu ke gw, dan juga 10 teman lainnya,
sesaat sesudah homili berlangsung.

Simbol salib itu hampir membuat gw menangis.
Salib itu tampak tidak begitu besar, tapi cukup terasa berat
tetapi bukan ini alasan mengapa gw rasanya ingin menangis saat itu.
Perasaan terharu, takut, dan syukur semuanya campur aduk
di saat yang bersamaan.

Terharu karena nyokap akhirnya mau hadir
Misa Malam Natal di Atma Jaya kemarin.
Takut karena simbol salib yang digunakan bukan salib yang ringan,
melainkan salib yang cukup besar
dan beratnya cukup terasa di tengkuk ketika dikalungkan.
Bersyukur karena Tuhan berani sekali lagi percaya pada Stella,
si lemah yang sulit mengontrol emosi serta ucapan dan mudah jatuh dalam godaan.

Entahlah, apa yang lebih mendorong gw untuk membuat tulisan ini.
Mungkin rasa haru yang dirasakan,
tapi tidak menutup kemungkin juga rasa takut yang ada,
hmm... yang pasti gw bersyukur karena masih diberi kesempatan olehNya.

Apapun yang terjadi, sekarang gw akan memanggulnya.
Tolong kirimkanlah kekuatan dan kuatkanlah ketika angin menerpa.