Sunday, 14 July 2013

Syukur Ada Misa Syukur

Rm. Adi, pengasah spiritual tersayang sekaligus pembangkit kekuatan diri
sebagai catatan pembuka, tulisan ini dibuat
dalam kondisi gejolak hormon yg tinggi dalam diri penulis.

hari ini, setelah gw menyelenggarakan rapat wilayah
(yang mundur sejam karena ada yg terlambat bangun),
gw berpartisipasi dalam kelompok paduan suara spesial
untuk misa pada hari ini.

paduan suara dan petugas liturgi lainnya spesial, karena
misa yang diadakan memang spesial, untuk merayakan
salah satu pengurus PAJ tahun 2010, Aby, terpanggil
untuk masuk seminari.
dia memutuskan masuk seminari setelah menyelesaikan pendidikannya
di fakultas teknik. bagi gw, terlibat dalam perayaan syukur ini
adalah suatu berkah mengingat tidak banyak orang yang
dengan yakin, berani menanggapi panggilan imannya :)

gw sama sekali tidak menduga akan bertemu dengan Rm. Adi
karena nama pastor yg akan memimpin misa adalah Rm. Vincent.
gw sempat berharap Rm. Adi yg akan memimpin misa, tapi tidak
berharap banyak mengingat kesibukannya yg mengecilkan kemungkinan
bahwa dirinya yg akan memimpin misa.

ternyata benar, Rm. Vincent Adi Prasodjo, yg memimpin misa hari ini.
10 menit sebelum misa dimulai, gw ke sakristi dan
menemukan sosoknya di dalam sakristi,
sedang bersiap2 utk memimpin misa.
rasa terkejut sekaligus senang yang meluap-luap secara spontan
membuat mata gw berkaca-kaca.
sekelumit ingatan masa lalu,
masa di mana gw sungguh diuji ketangguhan
dan kekuatan imannya, berkelibat sepotong-sepotong seperti
kilatan lampu kilat kamera.
gw yakin tampak sangat menyedihkan saat itu.

ketika gw menyapa, ga disangka Rm. Adi masih mengingat nama gw.
senyuman yang disunggingkan Rm. Adi saat itu langsung
membawa gw ke ingatan masa2 lalu,
saat di mana gw sangat lemah sehingga tidak mampu melawan
ketakutan yang ditanamkan oleh orang lain dlm diri gw.
Rm. Adi sempat menanyakan kabar gw sekarang, dan
gw menanyakan kabarnya kembali, karena setahu gw Rm. Adi
sakit ssuatu yang cukup membahayakan.

semakin banyak waktu yg gw habiskan untuk bertukar pandang
dengan Rm. Adi, semakin banyak genangan air di mata gw,
sampai gw khawatir gw nangis di sakristi, di menit2 misa akan mulai.
pertemuan singkat berdurasi kurang dari 5 menit itu,
sukses membuat gw merasa terharu, bersyukur, dan entah perasaan
apa lagi yang muncul di saat itu.

rasanya ada banyak hal yg pengen gw obrolkan dengan Rm. Adi.
gw mau setengah mati ngobrol sama Rm. Adi di kapel tadi,
sekedar mengucapkan terima kasih atas hal yang pernah diucapkan
dan dilakukan untuk meneguhkan gw, hingga pada akhirnya
gw dengan sadar dapat menjalani peran gw sekarang.
akan tetapi pada akhirnya ucapan terima kasih itu hanya tetap
tersimpan dalam hati gw dan gw tuliskan di sini, mengingat banyaknya
penggemar Rm. Adi yg jg bersemangat ingin mengobrol dengannya.

terima kasih banyak Rm. Adi.
dulu saya tidak sempat mengucapkan terima kasih.
sekarang juga tidak, tapi saya yakin kita akan bertemu lagi
di waktu yang entah kapan.
terima kasih Rm. Adi, atas penyertaan Romo di waktu itu.