Monday, 5 August 2013

PENA, Tahun Terakhir?

unofficial  teaser from me. this is not supposed to be my job,
I just want to make one :P
tahun 2013 ini gw perkirakan akan menjadi tahun terakhir gw
menjadi anggota aktif di sebuah organisasi mahasiswa
tingkat fakultas yang sudah gw ikuti sejak tiga tahun lalu,
tepatnya sejak gw pertama kali menjadi mahasiswa FPUAJ :)

organisasi ini bernama PENA, kependekan dari
pendampingan anak, karena kegiatan rutin yang dilakukan
sahabat PENA (sebutan bagi anggota aktif) adalah
menyelenggarakan pendampingan bagi anak-anak situasi khusus
di rumah singgah Prolife dan Padua.

anak situasi khusus jika dijelaskan secara singkat,
merupakan anak yang hidup dalam lingkungan yang
kurang kondusif untuk mendukung perkembangannya
secara optimal. miskin, kurang pendidikan, malnutrisi,
adalah contoh situasi khusus yang dimaksud.

seperti yang sudah gw sebutkan di awal tulisan ini,
tiga tahun sudah berlalu sepanjang gw menjadi anggota
dari organisasi sosial ini. I've fallen in love with PENA.
awalnya anggota, kemudian jadi pengurus, hingga akhirnya
membantu sebagai badan pengurus harian.
semua peran tsb gw jalani dengan bahagia.
meski ada satu dua hal mayor dari keorganisasian PENA
yang hingga kini tak kunjung diberi perhatian khusus,
secara umum gw tidak pernah menyesal karena sudah
mengabdikan diri, hampir sepanjang masa kuliah,
di organisasi ini :)

target waktu kuliah gw 8 semester dan sekarang adalah
semester ke-7 gw berkuliah di fakultas psikologi UAJ.
banyak hal yang masih ingin gw lakukan, gw coba, dan
gw rasakan pengalamannya.
gw masih ingin berbuat banyak untuk anak-anak kurang
beruntung yang ada di rumah singgah afiliasi PENA.

but life must go on...
gw tidak mungkin memuaskan semua keinginan gw
dan meninggalkan tuntutan peran kehidupan gw yang lain.

life is about choosing an option everyday,
dan gw memutuskan untuk mewujudkan sebuah projek
PENA yang tiap tahun diadakan, yaitu acara eksternal.
keinginan gw hanya satu ketika gw memutuskan
untuk terlibat mengurus acara eksternal tahun ini,
gw ingin mengajak jalan-jalan

it's not an easy task, since I ever thought about giving up.
gw menjalani peran untuk menyelenggarakan acara eksternal,
berbarengan dengan tuntutan peran di organisasi lainnya.
belum ditambah tuntutan peran sebagai mahasiswa dan juga
sebagai Stella, si dedek bengis di rumah. hahahahaha.

banyak hal yang terjadi di luar rencana awal gw.
ketika gw membuat keputusan, gw selalu sudah mempunyai
perkiraan dan rencana yang akan gw lakukan.
gw sudah memutuskan untuk mewujudkan acara eksternal
tahun ini, tapi gw sempat tidak siap dengan
satu dua hal yang terjadi di luar perkiraan gw,
bahkan di saat kepanitiaan untuk acara eksternal ini belum
terbentuk. panitia belum ada, tapi rencana sudah berubah-ubah.
hahahahaha, sekarang hal itu terdengar lucu.

mengurus acara eksternal ini akan menjadi pengalaman perdana
bagi gw, sekaligus mungkin juga pengalaman terakhir.
pengalaman menjadi penanggung jawab penyelenggaraan acara.
I feel terrified and enthusiastic at the same time.

ketidakjelasan sejak awal mula dari kepanitiaan ini,
yang sempat membuat gw berpikir untuk mundur,
akhirnya menemukan kejelasan ketika gw memutuskan
untuk mengadakan survei.
gw tidak terlalu mempedulikan apa pendapat orang lain,
si dia yang menjadi calon ketua acara ini,
si dia yang menjadi calon sekretaris acara ini,
si dia yang menjadi calon bendahara acara ini,
si mereka yang menjadi calon-calon koorbid acara ini,
entah siapa lagi...

pada hari itu gw membuat keputusan: survei utk kemudian
bahas konsep acara lebih lanjut di rapat
dengan berbagai calon panitia lainnya.
gw menyebutnya calon karena orang-orang yang ada sekarang
sangat memungkinkan untuk berganti,
mengingat nama mereka belum tercantum dalam proposal.

segala tetek bengek birokrasi peminjaman mobil universitas
untuk keperluan survei sudah gw siapkan.
tetek bengek biaya seperti tips dan konsumsi supir, tol, dll,
juga sudah gw perhitungkan.
gw bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk:
survei sendiri, kalau memang yang lain tidak bisa.

jadi bukannya gw menanyakan orang-orang itu
pada bisa survei kapan, tapi gw melakukannya terbalik.
gw tentuin kapan hari survei, baru ajak-ajak orang.
yup yup, Stella si super ngaco,
perusak prosedur penghancur birokrasi kembali beraksi.

survei jadi dilakukan hari Sabtu lalu (3/8).
gw mendapat kepastian orang yang akan pergi survei
pada hari Jumat (2/8) malam. kepastian itu pun tidak lsg
gw dapatkan.
3 dari 4 orang yang gw hubungi,
memberikan jawaban gantung.

yeah, untunglah gw sudah terbiasa digantungin,
jadi ga gitu kepikiran dan ga mempermasalahkan.
toh gw sudah siap juga kalau harus survei sendiri.
palingan akan ga enak sama supir universitas,
pinjam fasilitas kampus tapi seperti dipakai pribadi
seandainya gw survei sendirian. hahahahaha.

singkat cerita, pada akhirnya mereka-mereka inilah
yang menjadi pahlawan gw di hari Sabtu itu.
gw yakin mereka tidak akan bisa membayangkan
betapa besar rasa syukur gw karena survei dilakukan
bersama mereka :')

God is so kind to me.
I think from now on, I don't have to ask Him anything.
He already grants me everything I need.

I will lost count about how many times
he helped me getting over my despair.

dia namanya Egie.
mantan ketua PENA tahun 2012 (dengan kisahnya sendiri)
sekaligus menjadi ketua PENA pria pertama.
gw ga tahu apa yang membuat dia akhirnya mau
bantuin acara eksternal tahun ini
dengan mengiyakan tawaran untuk menjadi koorbid dokumentasi.

gw sempat ragu dia bisa ikut survei karena setahu gw
kegiatannya juga banyak.
terlebih dia lagi ga sehat juga pas gw ajakin survei.
tapi segala keraguan gw terhapus ketika hari H
Egie bahkan sampai kampus lebih pagi dari gw. hahaha.

urusan kamera, inisiatif dokumentasi, dan segala dunia
perdokumentasian itu ga perlu lagi gw ingatkan
karena dia sudah sangat lebih tahu dan profesional.
kehadirannya pas survei juga sangat membantu
dalam pencarian jalan ke tempat tujuan.

he will never wonder how grateful I am to know him :)

the two heroines, whom I won't forget 

berikutnya ada Donna.
ya, dia yang duduk di tengah itu.
sejujurnya gw sangat ragu mengajak dia ikut survei,
karena gw mengabarinya dengan super dadakan.
Jumat gw kabarin untuk Sabtu pergi survei.
kegiatannya juga banyak soalnya >.<

sebenarnya tidak ada kewajiban sama sekali
untuknya ikut survei, mengingat peran Donna
di dalam acara eksternal adalah untuk supervisi.
tanpa diduga-duga, dia lsg mengiyakan
ajakan untuk survei!
gw serta merta langsung optimis dengan survei
hari Sabtu, seketika Donna memberi jawaban iya.
pergi survei bertiga? nothing I have to worry about!

tapi seperti pengalaman sebelum-sebelumnya
jika membuat janji dengan dia, gw sengaja bilang
ke dia kalau kita akan berangkat survei jam 9.
yup, berangkatnya sebenarnya jam 10.
gw terlalu mengenal Donna,
inisiatif gw untuk menelponnya jam 8.45
membuktikan usaha preventif gw berhasil.
dia baru bangun pas gw telpon itu. hahahaha.

terakhir adalah Asri,
yang manis itu, duduk di paling kiri dari foto :)
proses mengajak survei dia sedikit lebih unik
daripada cara yang gw pakai ke orang lain.

latar belakang gw mengajak dia karena
gw sekaligus harus mencari bendahara.
sebenarnya gw tidak perlu mencari bendahara,
akan tetapi takdir berkata lain,
kami harus bersatu *plak!*

calon bendahara sebelum Asri
tidak bisa lanjut membantu acara eksternal ini.
oleh karena maka dari itu sehingga otomatis gw
harus mencari pengganti.
Asri gw ajak karena dia belum pernah
jadi bendahara dalam acara PENA lainnya.
gw pun maunya anggota PENA 2011
supaya jarak angkatannya tidak terlalu jauh.

gw memiliki tuntutan yang tinggi terhadap
diri sendiri maupun orang lain.
jadi ketika Asri nanya kenapa gw ajak dia
bukan ajak orang lain, satu-satunya alasan
gw adalah karena gw punya keyakinan kalau
dia bisa gw andalkan :)

sebenarnya gw juga mengajak dua orang lainnya
untuk turut dalam survei dadakan ini.
tapi mereka tidak bisa ikut,
dan gw tidak merasa kehilangan juga karena
sudah ada Asri, Donna, dan Egie.

setelah survei ini, gw kembali optimis
untuk menjalankan acara eksternal.
terima kasih...