Sunday, 7 September 2014

Rain on The Parade

taken from here

well, I admit that I am not the kind of girl
who everyone will notice as she walks into a room.
I don't have that looks to be wanted by everyone,
also I don't give a damn to fashion thingy.
some people I've known even still trying to figure out
either I am a boy or a girl.

I can talk so blatant people will regret befriended with me.
in some situations I have a nerve to raise my voice.
I could tell someone an ugly truth and I feel terrible after telling it.
but somehow I am able to be sensitive I even can't stand myself.

it's not everyday someone would come to me
and say that I am interesting.
thus I am really appreciate whoever calls me that way.
since I don't really see myself such as an interesting person.

it feels incredible too, to know there is someone out there
who likes me that much.
it happens to me that I am easily flattered and get blushed,
so I wonder those are what happened when I know
there is you who brave enough to drop your feelings on me.

thank you.
I do understand what you've come through
to speak out those hard-to-say-but-has-beautiful-meaning-sentences
such as, "Stella you are interesting and I like you"
...
thank you for the image
yes, I do know there is a thing called human rights
for everyone to say anything they want to say.
I do know also that I have a privilege whether
I want to hear it or not,
whether I want to give it a damn or not.

currently, I am overwhelmed with guilty.
I usually use my mind rather than my feeling.
I am feelings ignorant kind of person,
but this guilty feeling really drag me into some level
when I finally decided to learn more about feelings.

I typed "love quotes" in the Pinterest search bar.
these are what I found.
those quotes really describes what it feels
when you are with someone you like the most.
not only those, I am also looking for another inspirational quotes.
I typed "risk of love" so I get the idea what its like
when you are being the one who risks your feeling
and your expectation when you are telling someone
about what you really feel deep inside your heart.
thanks for the quotes
this sounds like I haven't like someone before.
however, there is a guy at that time whom I had crush on.
he was sure waking up butterflies in my tummy
when he was around.
I felt this years ago,
now it's even hard for me to recall
the sensation I once felt when I fell for someone.
I guess my brain doesn't retain much information about
feelings and body sensations.

it comes to me, those quotes say things
which are very far from
what I feel when I am with you.
honestly, it's never been that happy,
not even a slightest one, when I see you around.
I barely know things about you.
I think we don't really know each other, actually.
found the quote here
although I use my mind more often than my feelings,
I still have feelings for sure.
I realized I was so mean and rude and unemphatic
at that time when I heard
those hard-to-say-but-has-beautiful-meaning-sentences.
believe me, those stupid words I said
were not as mean as it sounded.
I just didn't really get the content
of the message I was told.

the things that were said was so contradict.
I don't know if it is just me or the intention
of that message telling was to make me confused.
whatever it is, that moment has made me
more realize that we have too many differences
and so few things we share in common.

I might take a risk to give it a try for us.
getting closer and perhaps one day
I will be able to give as much as I get.
this consideration has to be stopped at some points, however.
besides of the uncertainty of the message I received,
it comes to me a thought that this is not right
and it will only cause much more pain
if I try to enforce us getting along together.

thanks to Bella for the quotes.
by the way,
I realize there is a parade that was ruined
when I share this thought publicly.

I am sorry if this post contain some things
which would hurt.
I have never meant to humiliate also.
I am just hoping this text will be easier to be understood,
rather than we talk.

thank you so much for all the effort and the courage.
I do really appreciate it, but let's live our life independently.
I hope there will be someone out there who is fitter for you.
may God always bless you, dear.

Saturday, 16 August 2014

New Face for The New Fresh Grad

compulsively I changed the look of my blog.
I used the last template for about 4 years,
not so sure, but I guess I used it since I graduated from high school.

thanks WP Team Creator for the template ;)
and now I (nearly) graduated from my univ,
well I guess I have to retouch my blog template :')

thanks for the doodle stuffs,
misterelement,
victoria,
you
and you
*LOL I don't know the image owner*

Friday, 8 August 2014

Stella (di)Lulus(kan) Sidang Sarjana Psikologi

Proses Sidang

coretan di huruf KRI dalam kata tersebut
sungguh memiliki makna yang dalam :')
gw berkaca-kaca dan dipenuhi rasa haru
ketika gw mendapatkan fakta
bahwa pada ujian sidang hari Rabu, tgl 6 Agustus lalu,
gw diluluskan oleh para dosen penguji.

para penguji dengan baik hati dan dengan cara menyenangkan
memberikan masukan dan mengajukan pertanyaan.
proses sidang berjalan dengan cukup menyenangkan,
bahkan ada saat-saat di mana gw bisa menertawakan kebodohan gw
dalam ruang sidang tersebut.
hal yang menyenangkan ketika sidang:
gw bisa menjadi diri gw seadanya dan sejujur-jujurnya.

tujuan pertanyaan dan masukan dalam sidang
yang disampaikan penguji
semata-mata adalah demi perbaikan karya tulis gw
sehingga kelak di masa depan
gw sendiri dapat mempertanggungjawabkan
hasil penelitian gw (yang sekaligus prasyarat mendapat gelar sarjana) itu.

para penguji gw sungguh memberikan insight
dan penyadaran akan kekurangan penelitian gw.
gw salut pada kemampuan mereka dalam menyidang.
gw sedikitpun tidak merasa bahwa para penguji
sedang merendahkan kemampuan berpikir
ataupun kemampuan menulis gw.
mereka hanya sedang berusaha untuk membangun
pemahaman mengenai konsep penelitian yang kuat
dalam benak mahasiswa yang disidang.
gw benar-benar merasa dihargai,
tidak hanya sebagai mahasiswa yang sedang menimba ilmu,
tetapi juga sebagai manusia seutuhnya,
dengan segala kekurangan dan kekacauan berpikir logisnya :')

gw dengan para manusia baik hati
yang penuh dengan kebijaksanaan ilmu pengetahuan.
Tuhan selalu memberkatimu, Mas dan Mba ~

tidak ada hal lain yang gw rasakan selain rasa haru,
paska proses sidang berlangsung.
sulit bagi gw saat itu untuk mencerna kenyataan bahwa gw baru saja
dinyatakan lulus sidang sarjana oleh Mas Danny,
ketua sidang penguji gw.

berikut adalah dialog yang gw ingat
yang terjadi setelah dilangsungkan proses diskusi
antar dosen penguji dan dosen pembimbing
untuk menentukan apakah gw diperbolehkan lulus sidang atau tidak.

Pembimbing (P): Stella, ayo kembali ke ruangan, mau pengumuman. Mana yang lain?
Gw: Yang lain? Yang lain dengerin pengumumannya juga, Mba?
P: Iya yang lain juga harus dengar pengumumannya.
Gw: Ga usah deh Mba, saya aja... *sambil jalan ke ruangan sidang*
Penguji 1 (P1): Mana yang lain?
P: Dia bilang pengumumannya dia aja yang dengar.
P1: Oh begitu. Jadi, Stella, silahkan duduk.
Gw: *duduk*
P1: Menurut kamu, kamu berhak lulus atau tidak?
Gw: Uhm... Enggak tahu, Mas...
P1: Hahaha, enggak tahu. Ya sudah, pertanyaannya diganti, kamu mau lulus atau tidak?
Gw: Maaaauuu Mas.
P1: Hahaha, tapi saya mau tahu kenapa selama sidang kamu tidak melihat ke pembimbing?
Gw: Hah? Iya Mas? Iya Mba, saya enggak lihat ke Mba? *memandangi pembimbing*
P1: Kamu pertama-tama lihat teman-teman, terus Mba Ocha, saya, terus ga lihat pembimbing.
Gw: Ah iya ya, Mas? Saya enggak sadar. Maaf ya Mba *memandangi pembimbing dengan bersalah*
P1: Selamat ya Stella, kamu lulus, tapi lihat ke pembimbing ya kalau presentasi *mengulurkan tangan*
Gw: *merasa bersalah* Iya, Mas... *menyambut uluran tangan*
Penguji 2: Selamat ya
Gw: Iya, Mba, terima kasih. Tapi ini saya benar lulus ya?
Penguji Kepribadian: Hahaha, dia masih enggak percaya lulus.
dan di saat itu, entah para teman-teman gw tahu darimana,
mereka semua berhamburan masuk untuk memberikan ucapan selamat,
yang sampai saat ini membuat gw merasa bahwa gw adalah manusia
yang paling dicintai di dunia ini.
terima kasih dosen2 pembimbingku tersayang.
terima kasih para dosen pengujiku terkasih.
terima kasih para teman-temanku tercinta.
terima kasih.
mungkin terkesan menyeramkan untuk memiliki
dosen pembimbing akademik (PA) sekaligus wakil dekan I.
tapi kenyatannya kehidupan akademis gw sangat terbantu
dengan kehadiran seorang PA super seperti beliau.
gw banyak dibantu untuk menyadari berbagai hal dalam hidup,
dari prioritas hidup, values, sampai penerimaan diri.
THANKS A LOT MBA :*
Sarah-Marlin-Donna
para teman-teman seperjuangan gw di peminatan psikologi sosial.
kami sungguh2 berjuang bersama
karena kami mengerjakan tugas kelompok bersama2~
cheese cupcake, how thoughtful :')
mereka ingat gw tidak bisa makan cokelat.
Becky, seorang senior, mengucapkan selamat via WhatsApp
dan ia mengirimkan screenshot ini ke gw :')
terima kasih Donna, my dearest social mate *terharu*
Cindy-Nessia-Jeje-Grace-Prima-Momo
tanpa kehadiran kalian dalam 4 tahun kehidupan perkuliahan gw,
sepertinya gw tidak akan bertahan hingga saat ini.
semua tawa, tekanan, dan kesenangan yang kita bagi bersama
akan tersimpan rapi dalam ingatan gw.

mereka menyiapkan kaos untuk dipakai teman yang lulus sidang.
terima kasih banyak Prima untuk desain kaosnya yang bagus dan detil.
selesai lulus sidang, Cindy dan Nessia
mentraktir dalam rangka ulang tahun.
traktiran yang menyenangkan sekali :)


Kilas Balik

sampai dengan saat ini,
gw butuh waktu untuk meyakini bahwa
apa yang disampaikan Mas Danny merupakan fakta,
mengingat proses sidang berhasil membuat gw berpersepsi
bahwa penelitian yang gw buat adalah kekacauan besar.
gw bahkan sempat ada di titik di mana
gw sudah rela jika gw kelak tidak diluluskan.
menurut gw, kekurangan-kekurangan penelitian gw
merupakan kekurangan mayor
yang dapat diperbaiki dengan cara
mengulangi proses penelitiannya dan proses pelaporannya.

gw butuh waktu untuk menyatukan dua hal.
pertama, kenyataan bahwa laporan penelitian gw kacau.
selain berantakan dalam penyampaian gagasan secara tertulis,
gw pun menemukan bahwa gw kurang mempunyai pemahaman yang kuat
mengenai metode penelitian yang gw gunakan.

proses menulis dan mengingat yang gw lakukan ini
membantu gw mendapatkan kesadaran
atas segala momen urusan sidang yang gw telah dilalui.
karena proses persiapannya yang cukup kilat,
kurang lebih hanya seminggu,
gw sampai kurang menyadari apa saja
yang sudah gw jalani hingga akhirnya gw dinyatakan
lulus sidang sarjana.

posting blog gw sebelumnya membahas
bagaimana gw berproses utk menyelesaikan skripsi.
di sini gw akan membahas proses gw menyiapkan sidang.
ketika gw mengingat ulang proses persiapan sidang,
gw menjadi sadar akan betapa banyaknya berkat
dalam hidup gw dan betapa gw dikelilingi oleh
orang-orang yang peduli dengan gw :')

pertama-tama gw beri tahu gambarannya terlebih dahulu.
tgl 21 Juli, gw mengumpulkan skripsi ke sekretariat
dengan mendaftarkan bentuk sidang gw tertutup.
tapi, segalanya berubah di saat gw bertemu dengan
beberapa orang di sekretariat fakultas gw.

  1. Mba Anna, staf sekretariat yang banyak gw repotkan dengan segala pertanyaan gw tentang sidang dan berkas2 pengumpulan skripsi. saat hari H pendaftaran sidang, Mba Anna yang banyak membantu gw ini yang pertama kali mempersuasi gw untuk mengubah sidang gw yang awalnya tertutup menjadi terbuka. Mba Anna bilang sidang terbuka menjadi kesempatan berbuat baik, menjadi media pembelajaran untuk teman-teman lain. tanpa perlu menunggu jawaban dari gw, Mba Anna langsung memberikan selembar form sidang terbuka, tempat gw bisa menuliskan siapa saja yang akan gw undang untuk hadir dalam sidang tersebut.
  2. Mas Ferdi, salah seorang dosen yang gw senangi karena ketika berinteraksi dengannya, gw sering mendapat banyak inspirasi dan pembelajaran. Mas Ferdi bahkan di saat bertemu langsung menanyakan bagaimana persiapan sidang terbuka gw, sehingga membuat gw kembali memikirkan ulang format sidang gw. Mas Ferdi juga bilang bahkan ketika seumpama gw gagal dalam sidang, kegagalan tersebut tetap memberikan kebaikan bagi lingkungan, jadi jangan terlalu cemas dengan menjalani sidang terbuka.
  3. Bu Lidia, dosen klinis yang tidak pernah mengajar gw tapi gw tahu bahwa Bu Lidia adalah dosen yang sangat baik dan sangat peduli dengan kesejahteraan mahasiswa. Bu Lidia turut mengafirmasi pendapat Mas Ferdi bahwa gw sebaiknya mengambil bentuk sidang terbuka dan Bu Lidia yakin gw bisa melaluinya. gw kembali berpikir.
  4. Edwin, teman sefakultas yang gw kenal baik akibat kesamaan tempat magang dan kami dibimbing oleh dosen pembimbing yang sama. waktu itu dia lagi ada di sekretariat dan menyadarkan gw akan adanya keinginan gw sejak awal untuk mengadakan sidang terbuka karena pada awalnya gw mau penelitian gw memberikan tambahan pengetahuan bagi orang lain. gw ingat perkataan Edwin yang tumben-tumbenan berefek memberi ketenangan dan bukan kekesalan.
    "sidang itu memang menakutkan, tapi gw selalu mengingatkan diri gw
    kalau sidang sarjana itu cuman jadi salah satu momen dalam hidup lw
    dari berbagai momen-momen hidup lw lainnya."
  5. Arnold, teman sefakultas dan satu peminatan yang banyak memberikan umpan balik mengenai diri gw dengan apa adanya. gw suka ketika kami mulai membahas tentang cara kami masing-masing memandang dunia, karena Arnold selalu menyampaikan pendapatnya dengan apa adanya tanpa menyinggung cara pandang gw. sebagai teman diskusi yang menyenangkan, Arnold memberikan pandangan ke gw bahwa sidang terbuka banyak manfaatnya dan ia pun akan memilih sidang terbuka kelak.
  6. Mba Angel, dosen pembimbing skripsi yang sangat baik hati dan tidak membuat judgement terhadap mahasiswa bimbingannya. ketika gw meminta pendapat Mba Angel tentang pertimbangan gw untuk membuat sidang gw menjadi terbuka, Mba Angel seutuhnya membebaskan hal itu ke gw dan sama sekali dirinya tidak merasa hal itu akan menjadi beban karena performa gw saat sidang dan hasil sidang benar-benar bersangkutan sama gw. sidang terbuka oke, tertutup juga ga masalah. gw semakin mengalami dilema.
H+2 pengumpulan skripsi, gw akhirnya membuat keputusan.
gw menghubungi Mba Anna
dan Mas Ferdi (koordinator mata kuliah skripsi)
untuk melaporkan bahwa format sidang gw berubah.
besok harinya setelah melapor barulah gw
mengumpulkan form sidang terbuka yang berisi daftar nama
orang yang akan hadir dalam sidang gw.

supaya sidang terbuka gw memberikan manfaat maksimal,
maka gw membuat beberapa pertimbangan
dalam mengajak orang, seperti
  • gw kenal dengan orang tersebut
  • belum pernah sidang tentunya
  • sedang/akan membuat skripsi dengan metode kualitatif
  • tertarik dengan penelitian tentang organisasi mahasiswa
alhasil, gw mengajak lebih dari kuota yang diberikan.
9 orang yang gw ajak dari total kuota maksimal 8 orang.
gw senang karena orang2 yang gw ajak untuk hadir dalam
sidang gw menyambut ajakan gw dengan antusias.
gw jadi merasa berguna,
perasaan bahwa diri berguna itu penting untuk dimiliki semua manusia :)

berikutnya gw membuat janji untuk latihan sidang
dengan dosen pembimbing gw.
setelah kami menyepakati tanggal latihan sidang,

waktu persiapan sidang gw bersamaan dengan libur lebaran.
hebatnya, gw mudik bersama keluarga gw
dengan waktu mudik menggunakan seluruh masa libur lebaran.
(IYA! gw ikut macet-macetan dalam arus balik lebaran
bahkan sampai menginap di rumah tante gw di luar rencana
akibat durasi macet yang benar-benar di luar perkiraan)

bayangkan dirimu berada dalam masa libur lebaran,
di rumah nenek, dan dituntut untuk mempersiapkan sidang.
yup, hasilnya gw sangat sedikit sekali belajar.
gw sudah membuat perencanaan persiapan sidang.
setiap hari gw targetkan sudah belajar apa
dan gw sudah menyisakan H-1 latihan sidang
sebagai hari gladi resik. terdengar sempurna bukan?
tapi kenyatannya,
tidak ada hal dalam perencanaan tersebut yang terpenuhi.
semua rencana dan jadwal persiapan sidang berantakan.

latihan sidang gw terjadi di hari Senin,
dan hari minggu gw masih terjebak macet di jalan
dalam arus mudik ke Jakarta.
akibatnya, persiapan latihan sidang gw kurang maksimal.

gw tidak pernah bertanya ke dosen pembimbing gw,
apakah gw perlu mengajak orang lain hadir dalam latihan sidang gw kelak.
berikutnya gw mengetahui bahwa yang namanya latihan sidang,
selain diperlukan kesiapan diri dan kehadiran dosen pembimbing,
juga dibutuhkan pendengar lainnya yang sekiranya dapat
menanyakan pertanyaan sehingga simulasi sidang
benar-benar sungguh seperti sidang yang sebenarnya.
NAIL IT.

hasilnya, sebagaimana persiapannya yang minim,
Tesar
sang penolong
gw benar2 menghadapi sidang yang "mengerikan"
di kala latihan sidang di hari Senin sore itu...

selain dosen pembimbing, dengan sangat dadakan
gw berhasil (puji Tuhan!) mengumpulkan 2 teman gw
untuk menjadi pendengar latihan sidang gw.
dua teman penolong dan baik hati itu adalah
Tesar dan Sarah.
mereka berdua teman satu peminatan gw di psikologi.

gw pikir kehadiran 2 teman dan seorang dosen pembimbing
sudah cukup untuk menjadi pengalaman latihan sidang
yang berharga untuk gw...
tanpa disangka, ketika kami berempat sudah berkumpul,
tiba-tiba Mba Tri, seorang dosen psikologi,
turut bergabung dalam latihan sidang gw.

pada intinya, latihan sidang gw berjalan dengan sangat buruk.
well, yeah, dosen pembimbing gw dan Mba Tri mengajukan
berbagai pertanyaan yang membuat gw berharap bisa mengulang
mengerjakan skripsi, sedangkan Tesar bertanya sebagai
orang yang tidak pernah membaca tulisan skripsi gw.
tapi bobot pertanyaannya Tesar itu ga kalah dengan
bobot pertanyaan dari kedua dosen di ruangan latihan itu.
gw sangat bersyukur ada Sarah, karena seketika latihan berakhir,
Sarah membantu gw untuk menjaga supaya gw lompat dari lt. 5.

bayangkan bahwa latihan sidang itu terjadi di hari Senin
dan sidang gw adalah di hari Rabu!
kadar kecemasan gw akan sidang
menjadi begitu tinggi akibat pengalaman
latihan sidang yang telah terjadi itu.

latihan sidang itu gw lakukan sore hari, sekitar jam 4 sore.
sesampainya gw di rumah, sekitar jam 7 malam,
gw panik. benar2 panik sampai orang tua dan kakak gw bertanya
apa yang sedang gw lakukan sehingga tidak menyiapkan sidang.
ya mengingat, sesampainya gw di rumah,
yang gw lakukan cuma tiduran dengan mata terbuka,
sambil megangin handphone.
sekarang setelah gw pikir-pikir lagi,
mungkin ada kalanya waktu itu gw berharap ada sesuatu
yang tiba-tiba mengontak gw lewat handphone,
memberi tahu kalau hari Rabu itu kiamat jadi gw enggak perlu sidang.

beberapa kali mondar-mandir ke ruang tamu dan dapur,
tanpa melakukan apa2.
gw benar-benar ENGGAK TAHU harus melakukan apa.
gambaran ngulang sidang udah kebayang banget di otak gw.

akhirnya jam 21, setelah gw minta pendapat Jeje dan Edwin
mengenai presentasi sidang,
gw putuskan untuk menghubungi Tesar,
sebagai salah seorang yang gw yakin bisa membantu gw
untuk menemukan masalah dari kegagalan latihan sidang gw.

hasil dari telepon Tesar, sesuai harapan gw,
gw menjadi lebih yakin bahwa gw bisa mempersiapkan ulang
presentasi sidang gw dan membuat sidang yang sesungguhnya
akan berjalan dengan lebih baik.
omongan Tesar ditelepon sampai gw rekam,
sebagai bahan gw untuk mengoreksi cara presentasi gw.

selesai bicara sama Tesar,
gw benar-benar jadi optimis dan yakin
kalau latihan sidang gw enggak seburuk dan sekacau
yang ada di otak gw.
Tesar kasih tahu prinsip-prinsip presentasi
yang sebenarnya gw tahu tapi kalau dia enggak ngomong
waktu itu, gw mungkin beneran akan gagal sidang deh...

mendapatkan kembali diri gw, otomatis membuat gw
jadi bisa fokus untuk memperbaiki beberapa hal
dan menunda memikirkan hal2 yang salah.
gw jadi tahu akan sesuatu yang bisa gw lakukan dahulu.
kepanikan dan kecemasan gw berkurang,
walau gw terkadang masih merasakan betapa cepat
jantung gw berdegup selama gw memperbaiki presentasi.
sesekali pikiran gw masih tetap membayangkan
apabila sidang gw tidak berjalan baik dan gw harus mengulang sidang.

hari Selasa gw lalui seharian dengan belajar teori kepribadian.
hal yang menarik adalah ketika gw benar-benar belajar
tentang teori kepribadian, gw menjadi paham tentang kaitan segala hal
yang udah gw pelajari selama 4 tahun gw kuliah di fakultas psikologi.
GILA! kemana aja Stel? *ketawa miris*

seharian gw belajar teori kepribadian,
pas malam hari gw benerin lagi slide presentasi gw
dan akhirnya gw tidur jam 3 pagi.
mata gw sudah perih, kepala gw rasanya udah berat banget
tapi butuh beberapa saat hingga akhirnya gw benar-benar tidur.
gw tetap merasakan jantung gw berdetak cepat,
bayangan gagal sidang itu muncul terus di otak gw
seberapapun usaha gw untuk menghilangkannya.
puji Tuhan gw bisa tidur, akhirnya.

jam 5 pagi gw bangun, yup hari H,
4 jam lagi waktu yang tersisa buat gw sampai gw akan disidang.
sidang. beneran. sidang. sungguhan...

sebelum berangkat ke kampus, gw latih lagi
cara menyampaikan gagasan dari presentasi yang gw perbaiki.
sepanjang jalan ke kampus, gw membaca2 ulang
rangkuman teori kepribadian.
sarapan yang gw makan dalam perjalanan ke kampus benar-benar
menimbulkan rasa kenyang yang aneh.

gw sampai di kampus sekitar jam 8, sejam sebelum sidang dimulai.
gw latihan lagi untuk presentasi di suatu sudut kampus,
deg-degan, panik, sendirian.
akan menjadi sulit bagi gw, untuk mengalami kepanikan bersama orang lain.
gw cenderung akan berinteraksi dengan orang lain
dan pada akhirnya kepanikan gw tidak diatasi dengan baik.

tapi tiba-tiba, Cindy lewat dengan sangat ajaib.
gw ada di suatu sudut kampus dan dia bisa lewat.
Tuhan pasti mengirim dia untuk
menemukan dan menemani gw
sampai saat sidang gw dimulai :')

beberapa saat bersama Cindy,
gw mencurahkan sedikit kepanikan gw ke dia,
dan akhirnya gw bergerak ke lt. 4 gedung C
untuk menghadapi sidang gw.
Jeje, Grace, dan Prima sudah ada di lt. 4
ketika gw memberanikan diri untuk hadir di sekitar ruang sidang.

proses sidang itu berjalan begitu saja,
dan hasil akhirnya gw dinyatakan boleh lulus.
gw ga punya kata-kata untuk mendeskripsikan
perasaan gw di kala itu,
tapi gw sangat sangat sangat merasa bahwa
gw sangat dicintai Tuhan
dan juga gw dikelilingi oleh manusia-manusia baik hati.
rasa syukur gw ini benar-benar tidak terbendung.
TERIMA KASIH

ruangan ini menjadi saksi bisu ujian sidang gw
yang sangat berkesan.



untuk membantu gw mengingat betapa gw
harus bersyukur atas satu momen dalam hidup gw
yang berhasil gw lalui dengan lancar,
maka gw putuskan untuk mengedit foto ini
dan memajangnya di beberapa tempat.
(sayang juga sih kalau kaos fresh graduate itu hanya
dipakai satu kali. hahahaha)

"itu SURVIVE atau SURVIVED?
maksudnya lw sudah survive atau lw mau bilang
supaya terus survive?"


pertanyaan terkait urusan grammar yang ditanyakan si kakak
membuat gw berpikir lebih dalam lagi...
apakah gw sudah survive,
atau gw akan selalu survive?

(dan proses survive itu baru dimulai?)

Saturday, 26 July 2014

Scripting, Done!

I am sure to say this,
it was so painful to write a thesis all by myself.
this is true, I am not exaggerating, I am a survivor.

few days ago, I have just finished my thesis, the undergraduate one.
no, I won't call it final project,
because it is not a project,
it is a psychology research which was held uneasily,
from scratching the research background, setting research goals,making interview guide, contacting respondents, transcripting the interview, and analyzing-summarizing the data.

it is neither the research process nor the writing thingy
that were hard to go through,
believe me, it's not that shallow,
it is beyond those superficial obstacles,
if you found the writing and researching were troublesome.

the thing is, through the time of writing the thesis,
I gained some insights and knew more about myself.
I never explore myself this much and I found out
self-exploration was not fun at all, it was even scarier than I ever imagine.

that's why I called myself a survivor, because now I know truely that
everyone who has passed this (individual) thesis making process,
they have won against theirselves.

what is it actually that makes the thesis seems intricate?

first of all, there is this very huge tendency to
procrastinate finishing the thesis ASAP.
really, almost everyone whom I've asked about doing procrastination during writing thesis
said "yes, it happened to me to procrastinate more
when all I have to do was finishing my thesis".
I've asked about 20 friends of mine
from various departments and universities.

maybe this huge procrastination tendency
happens only to some people like,
who find every single thing besides finishing thesis
is much more interesting than doing the research itself.
I'm not talking about us who might dislike or uninterested
with the topic of the thesis.
WE DO HEART OUR TOPICS.
we love them to the moon and back for sure.

but only loving the thesis topic seems not enough!
it was totally inadequate to make us
stay at doing our thesis properly, efficiently, and effectively all those one semester,
an ideal duration -for most people- to finish
an undergraduate thesis.
catching up movies and tv series,
craftings or doing hobbies,
cooking, shopping, being a part-timer
or joining an internship,
and all kind of those stuffs which took lots of those supposed-to-be-thesis-writing-time,
really really more intriguing than doing the thesis itself.
I was neither an avid articles reader
nor having big interest in politics,
but since I had to work on my thesis,
I read every single articles which my eyes met and I kept up with politics news
like I am going to be a legislative candidates.

there were times I skipped sending my thesis draft to be feedbacked.
it happened for about three (accumulated) months.
I was managing a social project
while being a research assistant,
and I abandoned my thesis perfectly.
every other things besides writing thesis
are always interesting.
I feel pathetic.

in the end, it is only OURSELVES
who can make any progress of our thesis.
this is horrible,
we can only depend on ourselves.
no one can make me do things related to writing thesis
IF I don't want to.
no deadline,
not to mention it is an individual task
(so that no one will be harmed besides ourselves
if the thesis was abandoned),
which creating a situation where the thesis
can be finished at anytime
whether it will be done this year or
maybe 3 years later.

those all the reasons why I said
writing thesis is an intricate process.I am proudly call myself a survivor
because I can get through it, finally :')

I ought to be grateful for things
which help me a lot to push me
finishing my thesis ASAP.
here is my list of what-I-should-be-grateful-
in-order-to-help-me-finishing-my-thesis

1. Parents pressure, especially from my Mom.
she does have a huge contribution in
my thesis-finishing-process.
those comparisons with children-of-parents-relatives
really made me uncomfortable.

2. Peer group pressure.
I have some close college friends and
most of them made good progress on their theses,
so I think I should finish mine ASAP also.

3. Brother's concern.
though he says nothing which could give more pressures on me, but his concern about
my thesis-making-process somehow makes me uncomfortable
and wishes I could end it ASAP.
he even has a dream that
I hung out with my friend
while I was supposed to finish my thesis.
thanks brother for your sweet dream.

4. Faculties' concern.
some of my lecturers I've known also ask me about the progress of my thesis.
this thing makes me uncomfortable too *sigh*

5. Strangers concern.
yup, it sounds crazy but it's true.
whoever I met seems tend to ask
"how is your thesis?"

IT IS DONE NOW!
I HAVE FINISHED THE THESIS!
YEAH!!!

my brother, my last-minute hero!

the copy-man in the campus library
who is helpful and fast!
thanks for your steadiness, Mister

the quotes on the library wall
seems like punch me on the face
since I always play with the deadline
until the time I have to finish my thesis...

the only kind-hearted woman in my department office.
God sent her to be my helper.
thanks a lot Mba! :*

there it is!
my thesis.
it's there, joining with the other theses.
well, the other self-achievements, I may say.

Sunday, 13 April 2014

In The Middle of Super-Procrastination-Power

so, the thing is my laptop was broken.
as we all know that a laptop monitor
and the laptop keyboard is connected by two hinges,
one on the left side of the monitor
and the other one on the right side of the monitor.

and the left hinge of my laptop was broken.
it was not that serious, on the beginning it was only a crack.
until one day I have to spend about 1 minute
everytime I want to open my laptop monitor.
it was sucks.

so I decided to bring this stuff to its hospital.
one month passed, welcome home dear...

after a month using my brother laptop
here it is my old sweetheart,
coming back home, lovely~


BUT!
after some hours I've spent with my feel-like-new laptop,
I JUST REALIZE ONE THING,
ONE SERIOUSLY IMPORTANT THING O.O

I'm losing my compparel that was bought by my brother.
it was a statement mini compparel,
the statement is
"inside all of us is a wild things..."
cropped from here

it's not about the missing of the compparel that makes me sad,
but the fact that it was from my brother :'(
I really care about stuffs that my brother gave.

and I hate when I'm losing my stuff...
RAGH :((

PS: I supposed to finish my second chapter
of my undergrad theses, but I end up writing here. LOL

Thursday, 10 April 2014

This Sudden Feeling

somehow I think I'm ready for a love
but
the more I think about it, the more I'm not ready

love is not easy, esp. when you talk to me,
the psychology undergrad student...

I believe when he can't deal with
my ignorance of feeling
my flintiness
my priority
then he is not for me

for it won't just a relationship.
it's a pathway to a marriage,
and who doesn't want their marriage
to be perfect?
while I'm thinking about this sudden feeling,
I listen to a song, a perfect one,
which was sang by Renee Olstead.
A Love That Will Last.

I want a little something more
don't want the middle or the one before
I don't desire a complicated past
I want a love that will last

Say that you love me
say I'm the one
Don't kiss and hug me
and then try to run
I don't do drama
My tears don't fall fast
I want a love that will last

I don't want a just a memory
give me forever
Don't even think about saying good-bye
'Cause I want just one love to be enough
And remain in my heart till I die

So call me romantic
Oh I guess that's so
There's something more that you oughta know
I'll never leave you
So don't even ask
I want a love that will last

Forever
I want a love that will last
I want a love that will last

So there's just a little more that I need
I wanna share all the air that you breathe
I'm not the kinda girl to complicate the past
I want a love that will last

Forever
I want a love the love that last
Always
I just want a love that will last
Want a love that will last


well, I guess,
I have the urge to write this down
because of my yesterday meeting
with my faculty (and his wife).
they have a family
which I wish I own in the future.

look how lovely they are
future family I can dream of :)

Thursday, 27 March 2014

Transcribing Properties

I've thought about buying a good voice recorder
for my undergrad theses data collecting purpose,
I read this and I am really sure to buy one!

well, the idea of buying a good voice recorder
is not coming out of nowhere,
but it's because I've chosen qualitative method
for my undergrad theses and automatically
I need a device for making my data collection process
become easier.

this site shares a recommendation about choosing
a good voice recorder,
which makes my choice falls between...

SONY ICD-PX 333
SONY ICD-UX 533
my friend who has bought a voice recorder,
said that the PX 333 series is good enough
for voice recording.
the UX 533 series, though it is more expensive
than the PX series, but it has a better quality
in recording music or vocal, stuff like that.

since I'm going to use my voice recorder
for recording an interview or a group discussion,
I wonder if I bought the PX series will be enough.
hmm... but I also want the UX :(
decision making is not an easy task
for this matter.

I need another device to make my transcribing
process becomes easier. I need a good earphone.
I do some research before deciding an in-ear headphones
and this guy's articles really help me
to know more about kinds of earphone in this world.
hahahahahaha.

Sennheiser CX475
Panasonic RP TCM125K

I prefer Sennheiser than Panasonic, well,
maybe it's because of my brother recommendation.
but the Sennheiser CX475 series wasn't sold
in Indonesia, as far as I searched it on the internet.
Panasonic RP TCM was sold here and it makes me
to consider buying Panasonic in-ear headphone
rather than Sennheiser... hahaha.
it was also a hard process to decide whether
I want the earphones, or the in-ear headphones,
or the full headphones.
I prefer the in-ear headphones because
I think I need the noise isolation feature of
in-ear headphones more than any feature
that were offered by other types of headphones.

a good voice recorder checked,
a so-so headphones checked,
the last thing I need to finish this qualitative methods
seems easier is...

I NEED A TRANSCRIBING APPLICATIONS.

the needs of the application is quite vital
since I know the process of transcribing.
I have to switch between audio player
and text editor nearly every second
so I can type what I listen from the recording well.

and thank God,
the Wreally Crew found Transcribe!
it is an application which makes transcribing
process feels much much much easier
for it can play the audio while there is
spaces for us, the transcriber, to type
the text we listened.

the apps was crafted perfectly
with shortcuts that really help.
the interface of this app is like this

https://transcribe.wreally.com/
you can find this app in Google Play Store
with all these stuffs,
hopefully I can go through the pain of
qualitative method quite easy.



YEAY!
THEY ARE MINE!
bought it from Bhineka.com
bought it from Sahabat Elektronik,
at Pusat Grosir Senen

Monday, 3 February 2014

Ke Dua Puluh Dua

Kera, the super good guy :')
thank you so much for your big heart,
give me the best present on my 22nd birthday
tahun lalu, gw menerima kado berupa peran,
yang kerjaannya selama setahun itu benar-benar tiada akhir.
di tahun ini, kado lain lagi yang gw terima,
yaitu sebuah tantangan untuk memilih mengorbankan salah satu
dari dua acara yang penting dalam hidup gw
di masa kuliah ini :')

acara yang pertama berkaitan dengan penitensi masa lalu.
jadi tahun lalu, gw menolak untuk menjadi ketua salah satu
unit kegiatan mahasiswa di fakultas gw.
akibatnya, gw mengiyakan untuk menjadi project leader
acara tahunan yang diadakan oleh unit kegiatan tersebut.
somehow, gw memang mau menjadi project leader
sebuah acara sosial (unit kegiatan yang gw ikuti bersifat sosial)
karena gw di awal bergabung dengan unit kegiatan ini,
gw punya cita-cita untuk mengajak anak-anak dampingan
berjalan-jalan ke suatu tempat yang menyenangkan
dan memberikan penghiburan utk mereka.

acara yang kedua berkaitan dengan kepedulian gw pribadi.
gw cukup peduli dengan isu motivasi dan komitmen
dalam organisasi mahasiswa, baik utk urusan keanggotaan
maupun kepengurusan. hal ini akhirnya membuat gw menjadikan
hal ini sebagai topik skripsi, sekaligus juga menjadi hal yang
mendorong gw untuk menerima tawaran untuk menjadi
panitia acara dari kegiatan pembekalan pengurus suatu organisasi
tingkat universitas yang gw ikuti.

di satu sisi gw harus mengerjakan skripsi gw yang ditargetkan
bulan Juli 2014 disidangkan.
di sisi lain gw harus menjadi project leader sebagai bentuk penitensi
gw di masa lampau...
tapi tidak lupa juga, gw masih harus menjalani tanggung jawab gw
sebagai perancang pembekalan pengurus organisasi universitas
yang pada akhirnya tanggung jawab ini dilepaskan,
sebagai hadiah ulang tahun gw :')
tanpa kebaikan hati the good guy I mentioned above,
gw ga tahu lagi bagaimana gw menjalani hidup di tahun ke-22 ini...

ya, pada akhirnya yang gw korbankan adalah acara pembekalan ini.
gw benar-benar mengorbankannya :'(
it really has a special meaning in my life,
not only a task to be finished or an obligation to be done,
but it is more about the bond that was formed
among us, the committees of PAJ...

dan di tengah-tengah ombang-ambing dua pilihan ini,
gw diberi kejutan ulang tahun yang tidak terkira
dari beberapa teman dekat gw di fakultas.
terima kasih ya Cindy, Prima, Jeje, Momo, Nessia, dan Grace.
Salah Sambung Gen FM berhasil membuat gw hampir mati karena cemas.

terima kasih untuk hadiah-hadiah peringatan usia kedua puluh dua
yang telah kalian berikan, teman-teman terbaik.
tahun ini sungguh memberikan makna tersendiri dalam hidup gw.
I found and realize the meaning of true friends 
and thing that is called, as simple as a family :')

Saturday, 11 January 2014

Knowing One Self

interesting result...
I am in the middle on preparing a kind of new committees training,
and suddenly I wonder who I really am,
an introvert person or an extrovert one.
I always believe I am an extrovert
because I love to know more about new people.
somehow I believe I am an introvert
because I don't get along easily
with every person whom I met.

and from the site above,
it was shown that I am more
of a public extrovert and private introvert.
I think it is quite accurate and has adequate descriptions
to know more about one self.

self-exploration is always fun :)
hello Stella, how do you do?

PS: is this post can be one of the form of my extroversion? hahaha