Thursday, 20 August 2015

Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

diambil dari sini
gw bukan tipe manusia yang rajin berdoa.
gw berdoa hanya ketika gw merasa butuh.
meski demikian, gw merasa cukup interaktif denganNya
sepanjang hari di dalam pikiran gw.

hari ini, tidak biasanya, tanpa ada apa-apa,
gw terdorong untuk berdoa di pagi hari.
ketika gw kebangun sekitar jam 5an,
gw tiba-tiba mau berdoa tapi tidak tahu
apa yang mau didoakan.

akhirnya gw ambil buku renungan tahun 2013
yang memang gw simpan karena gw menyukai doa-doa di dalam buku itu.
buku ini tergeletak begitu saja di kamar gw,
nyokap yang dulu meletakkannya.
sepertinya gw enggak akan menyentuh buku itu
kalau enggak berada di saat seperti ini.
manusia itu memang enggak akan mencari
kalau enggak merasa butuh ya. hahaha.

gw baca buku itu dan terhenti pada sebuah doa yang menarik.
doa itu adalah doa dari St. Theresia Kanak-Kanak Yesus.
judulnya Aku Adalah Alat CintaMu, ya Tuhan.
Tuhan yang tercinta,
Engkau tak pernah menyuruh aku mengerjakan
sesuatu yang tak mungkin aku kerjakan.
Lebih daripada yang dapat aku lihat
tentang diriku sendiri,
Engkau dapat melihat lebih jelas
betapa lemah dan tak sempurnanya diriku ini.

Maka, jika Engkau meminta aku untuk
mencintai saudara-saudaraku
seperti Engkau sendiri telah mencintai mereka,
itu berarti Engkau sendirilah yang mencintai mereka
lewat diriku dan dalam diriku.

Kau sendiri tahu ya Tuhan,
tak mungkin ada cara lain untuk mencintai mereka
selain dengan cara yang demikian itu.
Memang takkan ada perintah baru:
"Kasihilah satu sama lain,
seperti Aku telah mengasihi kamu",
jika Engkau tak menganugerahkan rahmatMu kepadaku
untuk mengerjakan perintah itu.

Kau ingin mencintai semua orang, ya Tuhan,
lewat aku dan di dalam aku.
Silakanlah Kau mengerjakan keinginanMu itu
dalam diriku dan lewat aku,
supaya benar terbuktilah cintaMu.


- St. Theresia Kanak-Kanak Yesus
setelah mendoakan doa itu,
gw seperti mendapat hidayah.
gw merasa bahwa menjadi alat cintaNya
bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
sesederhana memberikan tanggapan yang baik terhadap orang lain.

kemudian gw berpikir,
bahwa kamu adalah alatNya yang sedang
Dia pakai untuk mencintai gw.
bukan, bukan kamu yang cinta gw, tapi Dia, yang sudah mencintai gw
bahkan sebelum gw tercipta di dunia ini.
ya, kalau kamu cinta gw juga enggak nolak kok,
lebih senang lagi malah. hahahaha.

gw merasa begitu dicintai karena
Ia membolehkan kita bertemu.
dengan berjumpa kembali dengan kamu,
gw belajar tentang perasaan,
mengembangkan empati,
cara baru untuk memandang dan menyikapi dunia,
dan yang terpenting adalah untuk mencintai tanpa berekspektasi.

tanpa kuasaNya, gw yakin
kita tidak mungkin berjumpa.
tanpa kuasaNya, gw pun yakin tidak akan bisa belajar
meski telah melalui berbagai pengalaman hidup yang variatif.
kemudian gw berpikir mengapa kamu yang
Ia kirim untuk menjadi alatNya mencintai gw.
gw rasa gw bisa sedikit menalarnya.

gw mengembangkan keyakinan,
melalui berbagai perjumpaan dengan manusia yang lain,
bahwa apa yang Ia berikan tidak mungkin melebihi
daripada apa yang seseorang bisa terima.
ada banyak bentuk pemberianNya,
kemalangan atau keberuntungan, dan segala macam variasinya.
segala pemberianNya, apapun itu,
gw percaya senantiasa diterima setiap orang dengan porsi yang disesuaikan.

diambil dari sini

gw meyakini bahwa kamu telah diberi sesuatu dengan porsi yang sesuai.
kamu telah merasakan pemberianNya dan sekarang apa yang kamu
dapatkan di masa lalu itu berguna bagi orang lain, yaitu gw.
pertimbangan kamu terhadap orang lain,
cara kamu memperlakukan orang lain,
kebijaksanaan kamu dalam bersikap,
dan kepekaan kamu dalam memperhatikan orang lain,
menurut gw adalah semua pemberian dariNya.

sebagaimana yang gw sampaikan di sini,
gw menganggap kamu sudah one step ahead of me.
kamu sudah diberi sehingga sekarang kamu bisa memberi.
gw yang sekarang merasa ada dalam tahap diberi,
suatu hari gw harap gw bisa ikut memberi seperti yang sekarang
sudah kamu lakukan.

Ia saja percaya denganmu
sehingga menggunakan kamu sebagai alatNya.
apalagi gw?