Sunday, 24 January 2016

Kemurahan Hati

Tuhan Engkau pernah bersabda
buluh yang patah terkulai tak akan Kau putuskan.
Engkau pernah bersabda
sumbu yang pudar nyalanya tak akan Kau padamkan.

Sungguh Engkau murah hati
kasihMu yang suci kembali tegakkan hidup kami.
Sungguh Engkau murah hati
kasihMu yang suci kembali kobarkan semangat kami.
- RD Susilo Wijoyo
hari ini gw mendengarkan radio.
bukan radio populer yang sehari2 gw dengarkan,
melainkan radio rohani. iya, gw juga kaget dengan perilaku gw sendiri.
percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan,
saat gw mendengarkan radio,
program yang sedang berjalan adalah Sentuhan Nada.
program ini membahas tentang lagu2 rohani bersama dengan penyanyinya.
lagu yang dibahas berjudul Tuhan Sungguh Engkau Murah Hati.
dinyanyikan oleh RD Susilo, mantan Romo almamater gw.

ketika gw dengarkan program ini, gw tersentuh.
bukan dengan nada dari lagu tersebut,
bukan karena suara penyanyinya,
tapi karena liriknya.

"rumput terkulai tak kau injak,
lilin berkedip tak kau tiup."
sebuah homili di suatu hari.
dua atau tiga tahun lalu gw tulis kutipan homili tersebut
di agenda gw. kutipan tersebut melekat kuat di ingatan gw
sampai akhirnya gw putuskan untuk menuliskannya
di sebuah kertas dan menempelkannya
di kotak berisi macam2 buku di atas meja belajar.
gw lakukan itu karena gw merasa gw butuh diingatkan
pada suatu hal baik di saat gw sedang dalam kondisi kurang sehat mental.

kenyataannya, tulisan itu saja tidak cukup.
ketika gw dengarkan lagi pesan serupa dalam kutipan tersebut
dari lagu yang diputarkan di radio, gw kembali ingat
bahwa akan selalu ada penyokong, pendukung,
ketika gw merasa patah, redup, tidak berharga.
yang terkulai saja tidak diputuskan,
yang berkedip saja tidak dipadamkan,
gw melebihi itu semua sehingga gw akan bertahan.

awal tahun bukan menjadi awal keseharian hidup yang sejahtera.
gw merasakan sekali kalau saat ini gw berada di saat tertekan,
cemas, tidak merasa aman, inkompeten, dan penuh kekhawatiran.
akibatnya adalah gw tidak bisa optimal dalam mengerjakan segala sesuatu.
ketika gw mengerjakan A, pikiran gw di B.
saat gw mengerjakan B, pikiran gw di C.
begitu terus untuk semua hal yang sedang gw kerjakan,
hingga di satu titik gw merasa lelah sekali
dan hanya menghabiskan satu Sabtu untuk melata di atas tempat tidur.
segala hal yang perlu gw kerjakan jadi tidak ada yang maksimal.

gw memikirkan banyak hal.
gw berusaha mengalihkan pikiran gw tapi gw tetap berpikir
akan banyak hal dan kelakukan overthinking gw ini sama sekali tidak membantu.
memperkeruh suasana, bahkan.

di satu sisi....

di sisi lain...

nah, yang kayak gini-gini nih yang bikin overthinking gw kumat.
gw harus bertindak. sekarang. atau selamanya akan bersikap tidak jelas.
semangat Stel, you can do it just like things you have done in the past.

Sunday, 10 January 2016

Either Being Reflective or Exaggerated

Don't let yourself go
Cause everybody cries
And everybody hurts
Sometimes

I was hurt and still on my way to deal with the scar.
it is not an easy task for me to face the fact
that I am such an incompetent-dummy-girl-who-has-an-unrealistic-goal.

#crisis #crisis #crisis
#crisisneverends

Wednesday, 6 January 2016

Trust is A Choice

perfectly powerful image to illustrate trust.
there won't be any trust when there is no bravery.
brave enough to bear the broken when he decided to trust.
in the last 3 months, I am exposed to the abundance of trust
from people around me.
I saw how strangers be able to trust each other and also
how family members possible to broke their own trust by them selves.

those 90 days of learning makes me realized,
trust is a fundamental aspect in any relationship.
from parents-children relation, or siblings relation,
up to relation between lovers or even strangers.
not to mention the kind of relationship between
the government and its people.
any kind of human interaction needs to be based on trust
though it might require different quality of trust.

the more intimate the interaction, the higher quality of trust
is needed to keep the interaction healthy.
it will be hurt more for a mother to know her beloved son
is hiding his serious illness rather than a friend knows
his other friend has serious illness for years without his knowing.

some people might say trust is gained.
we have to show those characteristics,
such as being responsible, integrated, honest, and so on,
in order to be able to be trusted.
at first I think this rationale is right.
one day, at some point, esp. after I learn
a lot from my surroundings during the last 3 months,
I wonder which came first,
a person is given trust by other person so one becomes trustable
or
a person already has qualities in himself that enable him to gain
trust from anyone.

well, whatever what the root cause is
in the end, trust will always the matter of choice,
for it is involving our decision-making process.
shall we be vulnerable with trusting other wholeheartedly?