Tuesday, 8 March 2016

Remember Why You Started

I made this draft on 16 Apr 2014 at 3:48 PM.
I re-read it and I realize,
I totally forget what I want to do on the first place
once I have the skill and knowledge of research methods.

now I really understand why I need to write things down,
create to-do list, and make agenda entries.
I have such a small memory space to remember daily task.
I even tend to forget my own self-motivation.

silly me.



Betul Betul Kebetulan


dari sini
kemarin sore, sepulang dari tempat magang,
gw memutuskan untuk ke perpustakaan kampus
untuk mencari keheningan di kala tuntutan memahami teori
semakin meningkat. iya, gw mahasiswa skripsi.

di perjalanan menuju ke perpustakaan,
gw berpapasan dengan Bu Clara,
seorang perempuan paruh baya sekaligus dosen
Psikologi Pendidikan yang dulu di semester 3 pernah mengajar gw.

pada awalnya gw takut dengan perawakan beliau.
Bu Clara A.
pengalaman gw ketika diajar juga memberikan pemahaman
bagi diri gw, bahwa Bu Clara bukanlah orang yang ramah
dan sabar serta lembut.
beberapa kali Bu C menegur teman-teman gw yang berada di kelas
tapi kurang begitu fokus mendengarkan penjelasannya
karena sibuk dengan telepon genggam mereka.
gw waktu itu juga pernah diberi kalimat kurang menyenangkan
karena gw masuk kelas hanya untuk minta ijin tidak ikut kelas
akibat gw harus jaga booth pameran dalam rangka tugas
mata kuliah lain.

akan tetapi, di luar kesan galak yang gw tangkap dari Bu C,
gw mempunyai berbagai kesan lain terhadap beliau.
terlebih ketika gw tahu bahwa Bu C terlibat dalam pembuatan
kurikulum PAUD bersama dengan Kemendikbud.
karya yang dilakukannya tersebut membuat gw kagum dengan Bu C.
ketidaksukaan Bu C terhadap mahasiswa yang tidak fokus
di kelas juga sedikit banyak membuat gw respect pada beliau.
jarang-jarang ada dosen yang masih peduli sama mahasiswa.
ya, meski kepedulian beliau menimbulkan ketakutan tersendiri
bagi beberapa orang (termasuk gw... hahahahha).

papasan gw dengan Bu C di sore hari kemarin
tidak membuat kejadian tersebut berlalu begitu saja.
sejak beberapa waktu lalu, mungkin sekitar 2 bulan silam,
gw berniat untuk mengajak ngobrol Bu C
terkait aspirasi karir, khususnya karir di bidang penelitian sosial.
Bu C sekarang menjadi pemimpin lembaga penelitian di kampus gw,
sebelumnya beliau juga menjadi ketua pusat penelitian.
gw tertarik dengan dunia penelitian dan gw ingin tahu
pengalaman dan pandangan Bu C mengenai profesinya.

ketika papasan, Bu C menyapa gw duluan.
ya, setelah lebih kenal, ternyata Bu C tidak segalak
yang gw bayangkan sebelumnya.

"kamu mau kemana?"
"ke atas, Bu, ke perpustakaan."
"hooo..."
"eh, Bu Clara, lagi nganggur enggak?"

oke, sebut gw impulsif atau spontan atau apapun,
gw pun kaget dengan keisengan gw bertanya
apakah beliau menganggur di sore itu...
"enggak"
jawaban tersebut terlontar begitu saja dari Bu C,
dengan kernyit samar di dahinya.
"saya enggak pernah nganggur, ada apa?"
entah, di suatu saat gw bisa berlaku sangat spontan,
di saat yang sama gw bisa penuh keraguan.
gw terdiam beberapa saat ketika Bu C balas bertanya.
"uhm..."
gw masih berpikir, apa yang mau gw tanyakan ke Bu C.
sempat terlintas penyesalan karena gw tidak menyiapkan
daftar pertanyaan untuk ditujukan ke Bu C saat waktu luang.
"cepat, ada apa? aduh saya mau pipis dulu"
Bu C sudah tidak sabar menghadapi gw yang masih berpikir.
"iya, Bu, saya tanya-tanya sesudah Ibu pipis saja"
"kamu tunggu di ruangan saya"
gw beranjak ke ruangan Bu C dan menunggu di sana,
sambil memikirkan apa yang mau gw tanya, tentunya...
"jadi kamu mau tanya apa?"
Bu C langsung membuka percakapan ketika masuk ruangan.
gw masih bingung mencari kata untuk mengalimatkan pertanyaan gw,
dan akhirnya gw nekat bertanya dengan kalimat aneh
"Bu, gimana caranya supaya bisa jadi Ibu?"
"hah? jadi kayak saya tuh kayak apa? gendut, makannya banyak?"
gw ketawa mendengar pertanyaan gw dan juga jawaban Bu C,
beliau memang suka bercanda, selain suka marah-marah. hahaha...
"hmm... jadi kayak Ibu tuh kayak apa? uhm, jadi peneliti deh, Bu"
"oh, jadi kamu berminat dengan penelitian?"
"uhm, bisa jadi, Bu, hahaha"
"hah? jadi kamu enggak minat sama penelitian tapi bantu di PKPM?"
dan percakapan panjang berdurasi 1.5 jam dimulai.

beberapa pertanyaan gw ajukan ke Bu C.
gw sudah lupa exact words dari kalimat tanya dan kalimat jawab,
berikut ini adalah inti-inti pertanyaan dan jawaban yang gw ingat
selama kami bercakap-cakap...

T: bagaimana Ibu pada awalnya bisa tahu kalau
minat Ibu di bidang penelitian?
J: sejak SMA, saya meneliti tentang lenong untuk tugas akhir saya.
saya meneliti dengan cara datang ke tempat pertunjukan lenong,
saya baca buku-buku tentang lenong, kemudian saya menulis.
saya juga sangat menikmati proses pembuatan skripsi saya.

T: Ibu menikmati skripsi Ibu? apakah itu artinya Ibu membuatnya
dengan lama? atau malah dengan cepat?
J: uhm... cepat atau lama ya? ah, cepat kok saya bikin skripsi.
hahahahaha

T: bagaimana Ibu pada akhirnya bekerja di tempat ini?
J: saya itu orang yang percaya diri. saya melamar di sini
ketika saya ujian akhir (sidang skripsi), teman-teman saya kaget
karena saya nekat. lulus saja belum tentu tapi sudah gaya
melamar-lamar pekerjaan. tapi saya diterima. sekarang saya
sudah 30 tahun bekerja di sini.

T: bagaimana Ibu memilih untuk kerja di sini?
apakah Ibu mencoba tempat lain seperti market research
atau lembaga NGO seperti AUSAid?
J: saya pernah apply ke Unilever, dan diterima, saya juga
apply ke PPM, diterima juga. bukan saya hebat ya,
jadi bisa diterima dimana-mana, tapi karena saya pernah
beberapa waktu kerja di biro psikologi UGM,
saya hapal itu cara skoring alat tes,
terus saya ditesnya pakai alat tes yang saya sudah hapal jawabannya.
saya tidak percaya alat tes psikologi.
ya sudah saya di sini saja, saya suka ada di sini.

T: kenapa Ibu memutuskan untuk kerja di sini?
bukannya market research atau AUSAid itu lebih bagus gajinya?
J: banyak orang tidak percaya saya bilang kayak begini,
tapi ini prinsip saya. kalau saya kerja di orgasisasi profit,
saya bekerja untuk seorang atau sekelompok orang kaya.
saya tidak mau. saya mau bekerja untuk gereja, untuk Tuhan.
toh di sini saya juga tetap bisa mendapat uang dari AUSAid. hahahaha

T: di awal-awal kerja di sini bukannya suka enggak jelas ya, Bu?
kerja project-based itu kan ada masa nganggurnya...
J: you create your own job. saya pertama kali masuk sini ditanya
"kamu mau ngapain?" terus saya bilang saya mau bikin buku.
3 bulan saya di sini dan jadilah buku tentang konsep diri, kamu pasti
tidak tahu, kamu bukan anak pendidikan kan?
saya enggak pernah nganggur, kalau ga ada project ya saya menulis,
menulis apapun, artikel kek apa.

T: tapi kalau yang saya lihat, mereka yang kerja di sini dan tidak ada
kerjaan jadinya enggak jelas gitu, Bu, hidupnya...
J: mereka seharusnya menulis itu, bikin proposal kek, kamu pikir
tempat ini bisa dapat kerjaan darimana? saya bikin proposal.


well, it looks like my small memory space cause the draft ends up like that.
I think I asked her a lot of questions, but I forgot when I wrote it down.
ugh, double silly me.

re-reading this post makes me more sure with myself,
with things that I believe are good for me,
with vision I got from the very beginning I was at
social psychology class.

we make our own job! hail Bu C!
I heart you~