Wednesday, 27 July 2016

Hands to Hold

perfect illustration about little girl lost in the forest,
borrowed from here.

"Lu mau melakukan tapi lu butuh orang lain aja." - Mariana

her words hit me hard.
knowing this new person makes me realize, I am not what I thought before.
I thought I was brave,
independent, carefree, and self-reliant.

but eventually, I am not.
I think I might die easily if I have to rely on myself.
well, I wish for any hands
I can hold onto until death parts me.

Tuesday, 26 July 2016

Beyond A Dream

taken from my college friend's Facebook.
I saw that post this morning.
as I read the caption,
I can feel how happy she is.
I can feel how her partner tries his best
to make her the happiest person on Earth.
I can feel how her dream is a dream a girl supposed to have.

a slight envious feeling slip in my heart.
and then I realized,
why should I envy her?
I don't even once have such a dream.

at that very moment I thought more about dreams as a wish to come true.
what my friend experienced is something she wished for a long time
and then it become real, at the perfect time.
she said it well to her partner what she wants
and where she wants the proposal to be happened.

she knows what she wants and that is what she gets.
it sounds really fair huh?

on the other hand, I think about people who don't have clear picture
about their own future. I think about me.

I have never dreamed about anything related with marriage.
well, yeah, when I was on my junior high school
I was heavily influenced by Meg Cabot's Princess Diaries.
Michael Moscovitz is my dream boy.
I enjoyed to dream myself owning a guy like MM.
that geek, caring, calm, unpredictable,
and always there when Mia needs him.

never once I dreamed about wedding gown, proposal,
and those stuffs which every other girls
supposed to dream about in their teenage.
when it comes to marriage, my imagination is about
the personality of my future partner
and things we are going to do together
that's it. no more no less.

then I think again.
is it possible for those who never dream about something in particular,
get something particularly?
if someone never dream about something,
does s/he deserve something that everyone dream about?

I never dream about a fancy proposal
or a glamorous wedding,
does that mean I cannot own one?
is there any possibility for me to have one?

well, in the end I believe,
He always gives us what we need. the best one.
though sometimes, parents don't really know what is the best for their kids,
before the kids ask about it first.

I think I really need to know what I want.

Saturday, 16 July 2016

Penerimaan Diri

misi merengkuh ketidaksempurnaan diri sendiri.

ketika gw bersama kakak gw,
ga jarang gw kena tegur karena
melakukan suatu kebodohan dan marah2 sendiri.
kejadian terbaru adalah gw lupa
membawa oleh2 yang gw siapkan buat temen gw.
gw marah sama diri sendiri, karena

1. oleh2 ini gw bawa dari Kalimantan.
2. oleh2 ini adalah bubuk kopi dan sudah 2 bulan tertunda penyerahannya ke temen gw.
3. karena temen gw kerja di Bengkulu, artinya oleh2 itu hanya bisa gw berikan ketika dia di Jakarta.
4. teman gw sedang di Jakarta, gw bertemu sama dia, tapi gw lupa bawa oleh2nya.
5. kalau orang lain yang melakukan hal itu, gw akan merasa tu orang melakukan kebodohan yang luar biasa.
6. nah sekarang gw yang melakukan hal tsb.

luar biasa Stella.

tegurannya hari ini cukup mengena
"kenapa sih lu ga berenti marah untuk kebodohan lu sendiri?".

iya, dia jarang peduli sama kehidupan gw.
dia juga jarang pengen tahu gw lagi melakukan apa dengan hidup gw.
dia pun ga pernah berbagi tentang hidup dia ke gw.
tapi sekalinya dia memberi umpan balik
atas bagaimana cara gw bereaksi,
biasanya itu karena apa yang gw lakukan sudah kelewat batas.
setidaknya kelewat batas kewajarannya dia.

gw jadi berpikir,
iya ya kenapa gw suka kesal sendiri akan kebodohan yang gw buat
yang pada akhirnya merugikan diri gw sendiri.
kerugian yang biasanya gw alami adalah

1. gw melakukan kebodohan. gw marah, capek sendiri.
2. kemarahan gw berdampak pada bagaimana gw merespon orang lain dengan nada tinggi. orang lain jadi mengira gw marah sama mereka. gw kena marah karena marah2 ga jelas.
3. atau kalau poin 2 tidak terjadi, orang lain akan merasa gw marah sama mereka sehingga mereka menjauhi gw.
4. capek dengan diri sendiri yang melakukan kebodohan dan orang2 sekitar yang ga paham bahwa gw marah sama diri sendiri, pada akhirnya gw menjadi tidak produktif.
5. termasuk dalam poin 4 adalah tidak makan, tidak mandi, atau tidak gosok gigi di malam hari karena hari tersebut akan gw lalui dengan ketiduran.

berdasarkan pertanyaan menohok yang kakak gw tanyakan tersebut,
gw mau membuat tekad untuk menghentikan
kebiasaan marah terhadap diri sendiri yang melakukan kebodohan.
gw pikir perasaan marah ini terjadi
sebagai akibat dari kecenderungan gw
membuat banyak tuntutan pada diri sendiri.
self-acceptance itu penting untuk dimiliki ya ternyata :')

postingan ini membuat gw jadi teringat kembali dengan doa ini.
Teach me to listen, dear God, even to myself