Saturday, 16 July 2016

Penerimaan Diri


misi merengkuh ketidaksempurnaan diri sendiri.

ketika gw bersama kakak gw,
ga jarang gw kena tegur karena
melakukan suatu kebodohan dan marah2 sendiri.
kejadian terbaru adalah gw lupa
membawa oleh2 yang gw siapkan buat temen gw.
gw marah sama diri sendiri, karena

1. oleh2 ini gw bawa dari Kalimantan.
2. oleh2 ini adalah bubuk kopi dan sudah 2 bulan tertunda penyerahannya ke temen gw.
3. karena temen gw kerja di Bengkulu, artinya oleh2 itu hanya bisa gw berikan ketika dia di Jakarta.
4. teman gw sedang di Jakarta, gw bertemu sama dia, tapi gw lupa bawa oleh2nya.
5. kalau orang lain yang melakukan hal itu, gw akan merasa tu orang melakukan kebodohan yang luar biasa.
6. nah sekarang gw yang melakukan hal tsb.

luar biasa Stella.

tegurannya hari ini cukup mengena
"kenapa sih lu ga berenti marah untuk kebodohan lu sendiri?".

iya, dia jarang peduli sama kehidupan gw.
dia juga jarang pengen tahu gw lagi melakukan apa dengan hidup gw.
dia pun ga pernah berbagi tentang hidup dia ke gw.
tapi sekalinya dia memberi umpan balik
atas bagaimana cara gw bereaksi,
biasanya itu karena apa yang gw lakukan sudah kelewat batas.
setidaknya kelewat batas kewajarannya dia.

gw jadi berpikir,
iya ya kenapa gw suka kesal sendiri akan kebodohan yang gw buat
yang pada akhirnya merugikan diri gw sendiri.
kerugian yang biasanya gw alami adalah

1. gw melakukan kebodohan. gw marah, capek sendiri.
2. kemarahan gw berdampak pada bagaimana gw merespon orang lain dengan nada tinggi. orang lain jadi mengira gw marah sama mereka. gw kena marah karena marah2 ga jelas.
3. atau kalau poin 2 tidak terjadi, orang lain akan merasa gw marah sama mereka sehingga mereka menjauhi gw.
4. capek dengan diri sendiri yang melakukan kebodohan dan orang2 sekitar yang ga paham bahwa gw marah sama diri sendiri, pada akhirnya gw menjadi tidak produktif.
5. termasuk dalam poin 4 adalah tidak makan, tidak mandi, atau tidak gosok gigi di malam hari karena hari tersebut akan gw lalui dengan ketiduran.

berdasarkan pertanyaan menohok yang kakak gw tanyakan tersebut,
gw mau membuat tekad untuk menghentikan
kebiasaan marah terhadap diri sendiri yang melakukan kebodohan.
gw pikir perasaan marah ini terjadi
sebagai akibat dari kecenderungan gw
membuat banyak tuntutan pada diri sendiri.
self-acceptance itu penting untuk dimiliki ya ternyata :')

postingan ini membuat gw jadi teringat kembali dengan doa ini.
Teach me to listen, dear God, even to myself

#lovemybrotherthoughhemightnotlovemethatmuch