Wednesday, 28 December 2016

Siaran RRI 27 Des 2016

ilustrasi dipinjam dari sini

gila.

satu kata yang tepat yang bisa menggambarkan
keseluruhan proses dari persiapan hingga eksekusi siaran RRI hari ini.

ceritanya gw dihubungi salah seorang senior gw sekitar satu-dua bulan lalu.
dia meminta gw untuk mengisi jadwal siaran RRI
yang kerja sama dengan almamater gw.
gw sudah melakukan drafting sejak satu bulan lalu,
tapi sebagai procrastinator sejati, gw baru punya bahan fix jam 20
padahal dibilangnya on air jam 21.

mindmap topik + tulisan pensil pertanyaan dari pendengar

bukan, gw bukan bermaksud sombong atau menyepelekan.
tapi kenyataannya pekerjaan gw sekarang sangatlah demanding
sehingga gw ga ada waktu banget untuk mengolah draft yang sudah ada
menjadi bahan final yang baik.
rencana gw di hari pertama libur kerja, yaitu tanggal 24 Des,
gw sudah merampungkan bahan siaran setengah matang yang gw punya.
alhasil, dengan segala kesibukan (dan kegalauan) tidak terprediksi,
gw akhirnya baru bisa menyelesaikan bahan siaran ini di hari yang sama
dengan hari siaran.

terima kasih senior yang memahami betapa kacaunya manajemen waktu gw
sehingga tidak meributkan apapun di hari H selain
"tema ga ada perubahan ya? gw mau sebar nih.
eh materi belum lu kirim ya?"
hahahaha. pardon my incompetence on managing time.

sekitar jam 2045 gw dihubungi Mas Bobi,
operator Ruang Konsultasi, acara RRI yang menjadi tempat siaran
para dosen dan alumni FP UAJ.
gw diberitahu bahwa jam 2115 gw akan dihubungi lagi untuk on air.
pas jam 2115, gw ditelepon dan gw mendengarkan Mas Tomo membuka acara.

status FB senior gw di group FB fakultas.
perasaan sesudah siaran
lega. seriusan lega.
jantung gw lumayan berdebar di jam 20an.
gw berasa persiapan gw kurang matang
dan pengen banget urusan siaran ini segera selesai.
hal paling bagus yang gw pelajari dari pengalaman siaran RRI ini
adalah Mas Tomo, penyiar Ruang Konsultasi,
membuat gw merasa berharga sebagai narasumber.
dia sama sekali tidak menyela atau memotong atau menimpali
ketika gw bicara. bahkan ketika gw berpikir mencari kata,
dia mendiamkan gw sehingga seolah-olah memang gw yang paling tahu.
setiap kali jeda, sebelum dan sesudah informasi selipan,
Mas Tomo selalu memperkenalkan gw kembali ke pendengar.
Mas Tomo juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menurut gw
sebenarnya dia sudah tahu tapi dia ajukan ke gw supaya gw menjelaskan.
bagus Mas, saya belajar banyak tentang
cara berbicara dengan narasumber yang baik dan benar.

pengalaman direspon secara live saat siaran
senang! karena pendengar benar-benar mendengarkan gw
dan bertanya sesuai topik.
meski ada beberapa yang tidak bertanya tapi menyampaikan opini
sehingga gw bingung harus merespon apa (ya secara opini orang ya,
terserah dia aja gitu kan mau ngomong apa, gw tinggal iya-in),
tapi secara keseluruhan, rasanya senang sekali karena merasa didengarkan.
ini jadi pelajaran juga buat di radio lain yang gw jadi relawannya,
supaya suatu saat ada kalanya rekaman siaran dibuat real time.

daftar respon yang didapat
01. berbuat baik jadi dimusuhin, misalnya laporin orang korupsi,
bagaimana kalau kasusnya demikian? - SMS dari Grobogan
02. kepekaan sosial rasanya sekarang berkurang
- opini via telepon dari Gorontalo
03. ada komponen manusia yang perlu dipenuhi
agar timbul kemauan berbuat baik (misalnya makan, ruang gerak,
persepsi keadilan terhadap tata aturan di masyarakat).
apakah ada komponen lainnya? - telepon dari Jakarta
04. zaman sekarang berbuat baik dianggap modus - SMS dari Riau
05. kadang suka berasa malu kalau berbuat baik - SMS dari ???
06. berbuat baik kadang harus berkorban. bagaimana berbuat baik
kalau tidak mau berkorban - SMS dari ???
07. hidup itu pilihan, mudah rasanya untuk mau pilih berbuat baik atau jahat.
manusia diberi otak dan hati perlu dipakai untuk memilih.
kebanyakan orang terlalu peduli sama orang lain padahal yang penting
orang punya tujuan - opini via telepon dari Situbondo
08. zaman sekarang orang bawaan curiga kalau orang berbuat baik
dan percaya ketika orang tidak berbuat baik - SMS dari Papua
09. apakah berbuat baik ada batasannya? - SMS dari Papua
10. takut berbuat baik karena nanti dianggap munafik - SMS dari NTT

selesai siaran, gw langsung menghubungi senior gw
dan dia ternyata ga mendengarkan siaran gw.
teman yang enggak gw harapkan malah mendengarkan gw.
dia bahkan membuat reportasenya di WA group kami.
which is sadly, because I expect someone was recording me :(



 





thanks a lot Will for typing that much. I feel appreciated.
setelah senior gw menanggapi antusiasme gw di WA,
dia menawarkan gw untuk rekaman lagi beberapa bulan ke depan.
wow yeah, count me in!
thanks for the offering dude!