Friday, 10 November 2017

Crisis Over and Over Again

borrowed from here
I am in crisis, once more.
after taking a peek through my posts in 2016 and 2017,
I think this is the 4th time, I write the same stuff
about existential crisis.

I feel anxious, it's been years I haven't resolved
this kind of crisis.
I feel lost and ambiguous again.
it feels like I don't have any self-improvement
throughout these couple years.
insanely frustrating yet maddening.

accepting oneself is damn hard,
especially for an over-thinker and people-pleaser like me.
there are many things in my days which easily distract me.
each time I face trouble or something difficult,
causing uneasy and discomfort on me,
I tend to drift away with the stream of adversity I create myself.

I am afraid to fall in love with myself.
I am not ready to accept all the flaws and imperfections I own.
I don't feel okay each time I know I am not what I believe I am.

sigh.
complicated Stella always in action.

take a break dear Stella,
you need to hug yourself,
as tightly as you can.


I gave all my oxygen to people that could breathe
I gave away my money and now we don't even speak
I drove miles and miles, but would you do the same for me?
Oh, honestly?
Offered off my shoulder just for you to cry upon
Gave you constant shelter and a bed to keep you warm
They gave me the heartache and in return I gave a song
It goes on and on

Life can get you down so I just numb the way it feels
I drown it with a drink and out-of-date prescription pills
And all the ones that love me they just left me on the shelf
No farewell
So before I save someone else, I've got to save myself

I gave you all my energy and I took away your pain
'Cause human beings are destined to radiate or dream
What line do we stand upon 'cause from here looks the same?
And only scars remain
Life can get you down so I just numb the way it feels
I drown it with a drink and out-of-date prescription pills
And all the ones that love me they just left me on the shelf
No farewell
So before I save someone else, I've got to save myself

But if don't
Then I'll go back
To where I'm rescuing a stranger
Just because they needed saving just like that
Oh, I'm here again
Between the devil and the danger
But I guess it's just my nature
My dad was wrong
'Cause I'm not like my mum
'Cause she'd just smile and I'm complaining in a song
But it helps
So before I save someone else
I've got to save myself

Life can get you down so I just numb the way it feels
I drown it with a drink and out-of-date prescription pills
And all the ones that love me they just left me on the shelf
No farewell
So before I save someone else, I've got to save myself
And before I blame someone else, I've got to save myself
And before I love someone else, I've got to love myself

Ed Sheeran - Save Myself

Thursday, 9 November 2017

Tentang Kedewasaan

10 September
entah-kapan-waktu-ditulisnya.


kamu Beruyang
Beruyang: beruang kesayangan
ilustrasi manis dipinjam dari sini.
dewasa menjadi karakter yang selalu gw sebut
sejak diari hidup gw memaksa gw untuk mendefinisikan
hal apa yang penting yang harus ada di diri pasangan hidup gw.
akan tetapi ternyata gw pun hanya bisa merasakan
"oh ya, orang ini dewasa",
"ehm sepertinya yang itu tidak dewasa".
gw sendiri pada akhirnya bingung,
"jadi orang yang dewasa itu yang seperti apa?"
tadinya gw pikir orang yang dewasa itu
ditunjukkan dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
tampak juga dari caranya bertutur kata yang hati-hati,
serta memiliki keyakinan yang tinggi terhadap diri
karena ia tahu betul apa yang ia inginkan.

semakin lama gw berinteraksi dengan Beruyang,
semakin gw mendapatkan pemahaman baru
tentang arti kedewasaan.

saat ini, buat gw
seseorang yang dewasa adalah orang yang
mampu mengelola sifat mementingkan diri sendiri.
disebut juga ego atau ke-aku-an istilah spiritualnya.

pengelolaan sifat mementingkan diri sendiri ini
tampaknya sederhana dan mudah untuk dilakukan.
pada kenyataannya tidak, karena untuk bisa self-less,
hal utama yang dibutuhkan adalah kesadaran diri (self-awareness).
hal lainnya yang dibutuhkan adalah kerendahan hati.

seseorang tidak cukup hanya sebatas menyadari
"oh ternyata ego gw tinggi",
tetapi untuk menjadi dewasa, ada kalanya kesadaran tersebut
harus dilanjutkan dengan sikap rendah hati, mau mengakui
"ternyata kelakuan gw yang mengutamakan diri sendiri ini
melukai orang lain".

beberapa indikator kedewasaan
yang gw pelajari sebagai hasil berinteraksi dengan Beruyang
antara lain sebagai berikut
bisa memperhitungkan perasaan orang lain (ketika membuat keputusan).
gw terbiasa membuat keputusan hanya dengan pertimbangan
akankah gw menyukai keputusan tersebut atau tidak.
yeah, tampak sekali ya betapa besar ego gw.

gw pun tidak jarang menyalahkan orang lain yang khawatir
dengan kemungkinan konsekuensi buruk yang gw alami
dari pilihan yang gw buat.

"ya salah Mama lah kenapa khawatir, aku aja ga khawatir."
"kalau kamu khawatir sama aku, itu artinya kamu yang perlu
mengelola kekhawatiran di kepala kamu itu. we are all
the prisoner of our mind."

keji memang kedengarannya.
dulu gw beranggapan bahwa apa yang dipikirkan atau dirasakan
seseorang terhadap gw, itu adalah urusan dirinya.
gw sama sekali tidak perlu bertanggungjawab untuk itu.
nyokap khawatir, ya salah dia kenapa parno-an.
Beruyang khawatir, ya salah dia kenapa ga percaya
dengan kemampuan gw membuat keputusan.

akan tetapi setelah gw sadari lagi,
pada kenyataannya gw turut bertanggungjawab atas apa
yang dirasakan oleh orang lain. gw perlu memperjuangkan
hal-hal yang bisa memberikan ketenangan bagi mereka.
sesungguhnya, orang menjadi khawatir itu karena kurang informasi.
menghilangkan rasa khawatir pada orang lain semudah berkomunikasi,
sesuatu yang seringkali gw anggap merepotkan.

iya, gw belajar untuk lebih terbiasa lagi berkomunikasi.
sesederhana memberi kabar yang berkaitan dengan keselamatan
seperti sudah sampai rumah, sudah makan, dan hal-hal mundane bagi gw
tapi ternyata itu penting untuk orang yang peduli dengan kesejahteraan gw.
bersedia mendengarkan pendapat orang lain hingga selesai, tanpa memotong.
entah gw harus bersyukur atau merasa terkutuk,
gw merasa cepat menangkap inti pesan yang disampaikan orang.
di satu sisi, orang mudah berkomunikasi sama gw karena mereka
tidak perlu menjelaskan suatu hal sampai printil-printilan,
gw udah bisa menangkap inti pembicaraan mereka.

di sisi lain, gw menjadi orang yang sangat tidak sabar.
orang belum selesai ngomong sampai selesai,
gw cenderung memotong dan mengklarifikasi pemahaman gw.
"jadi gini kan maksudnya? blablabla."

sebagian orang tertentu bisa terima gaya komunikasi gw yang demikian.
biasanya mereka yang tempo kerjanya cepat dan tergesa-gesa seperti gw.
sebagian lainnya seringkali merasa tersinggung dan gw pun jadi disrespect
sama mereka karena merasa omongan mereka yang panjang dan berulang
itu membosankan.
"lo ngomong A, B, gw udah menangkap mau lo sampai J,
mau ngomong apa lagi sih?"

terkadang gw frustrasi dengan kenyataan bahwa orang lebih senang
ngomong berpanjang-panjang, berulang-ulang, dan berputar-putar
daripada ngomong apa adanya, straight to the point.
gw frustrasi juga dengan kenyataan bahwa gw tidak cukup sabar
untuk bersedia mendengarkan omongan orang itu sampai selesai.
"ya mungkin dia butuh didengarkan," kalau kata seorang teman dari Bengkulu.

di poin pembelajaran ini gw sungguh menyadari,
sungguh dibutuhkan kerendahan hati untuk bersedia mendengarkan orang
berbicara tanpa memotong. Beruyang cukup handal melakukan hal ini.
dia bisa banget mendengarkan gw bicara berapi-api, mengumpat, dan memaki
ketika gw sedang tidak bersyukur atas kehidupan.
gw sampai terkadang merasa dia bisa muak sama omongan gw,
tapi kenyataannya dia belum muak meski sudah melalui 3 bulan
berkenalan dengan gw.

rasanya gw memang tidak cukup rendah hati.
ini tugas berat. harap bersabar ya manusia lain di sekitar gw.
bisa mengalah atau mengatakan maaf terlebih dahulu, meski bukan kesalahan dirinya.
kelakuan kayak gini biasanya gw lakukan duluan ke orang lain.
baru kali ini, sama Beruyang, dia yang melakukannya ke gw.
waktu itu kejadiannya sepele, gw ga menerima kelakukan dia
buka folder foto di HP gw tanpa keiklasan dari gw.
gw ga suka dengan kelakuannya karena gw merasa
itu hak gw untuk membolehkan dia melihat foto yang mana.
dia ga terima gw membatasi kebebasan dia, bahkan dia curiga
gw menyembunyikan sesuatu dari dia.

gengsi gw tinggi, lebih dari 28 ribu kaki di atas permukaan laut.
suatu konflik harus gw olah terlebih dulu, baru setelah gw merasa
cukup jernih melihat duduk perkaranya, gw bersedia minta maaf duluan
terlepas dari siapa yang salah.

kejadian dia secara sembarangan membuka galeri foto di HP gw
tidak sempat gw olah mendalam, sehingga sampai malam sepulang
kami bertemu, gw tidak meninggalkan pesan apapun padanya.
pagi hari gw lihat dia meninggalkan pesan bahwa dirinya sudah sampai di rumah
meski gw tidak memberinya pesan terlebih dahulu.

gw terenyuh, tidak percaya dia bisa melakukan hal itu.
setelah dikonfirmasi, dia mengakui kalau dibutuhkan kerendahan hati yang besar
untuk dia bisa melakukan hal tersebut (tetap mengabari meski tengah berkonflik).
dia juga sempat meminta maaf karena tidak seharusnya memaksa.
gw jadi merasa kekanakan karena 'bungkam mulut' paska konflik.
gw benar-benar merasa rusak sebagai manusia ketika berinteraksi sama dia.
tugas kehidupan gw kenapa jadi banyak ya...
bisa memahami sudut pandang lain.
hal paling menyenangkan dari berbicara dengan Beruyang adalah
kami bisa membicarakan apapun sebebas apapun.
ketawa canggung, perasaan bersalah dan malu, air mata,
mudah terlibatkan dalam percakapan kami.
hal yang menarik, setelahnya kami tetap merasa ingin berbicara
satu dengan yang lain. perasaan jera belum pernah muncul.

suatu hari gw pernah kecewa dengan kalimat yang gw dengar.
"aku enggak suka cewek nangis, nanti orang kira cowoknya brengsek".
dua hal muncul di pikiran gw saat itu
1. heck care sama isi pikiran orang lain! kenapa harus peduli.
2. bukannya ketika orang bisa menumpahkan air matanya
bersama orang lain, artinya orang itu percaya dan nyaman
dengan orang lain tersebut?

gw beberapa kali berusaha berargumen dengannya.
gw enggak terima kalau orang dekat gw memiliki keyakinan absurd
yang tidak masuk akal seperti itu.
dia mendengarkan argumen gw meski tetap bersikukuh bahwa tidak baik
dilihat orang jika perempuan menangis di muka umum.

akan tetapi suatu hari, dia bisa bilang sama gw (intinya)
"memang ternyata menangis itu menjadi cara seseorang
meluapkan perasaannya. tidak dengan kata-kata atau hal lainnya,
cukup dengan menangis".
Beruyang bisa menerima sudut pandang lain! *bahagia*

akhir kata,
dulu gw adalah pemuja kecerdasan.
kini gw murtad,
tidak ada yang lebih agung daripada kedewasaan.



ilustrasi dipinjam dari Melody Hansen.
hidayah tentang kedewasaan ini sangat diinspirasi oleh
tulisan Nikita Gill, kontributor Thought Catalog,
"You Should Date Someone Who Is Self Aware".
berikut gw terjemahkan dalam Bahasa Indonesia.

berpacaranlah dengan seseorang yang memiliki kesadaran diri
dan mengenali kelemahan dirinya.

mereka bisa menerima ketika disalahkan atas suatu situasi
meski sebenarnya mereka bisa melarikan diri.

mereka bisa menertawakan kesalahan masa lalunya
dan menarik pembelajaran dari situ.

mereka menyadari kelemahan diri dan mencoba memperbaiki diri
meski tahu bahwa mereka akan selalu tidak sempurna.

mereka bisa secara terbuka mendiskusikan kelemahan dirinya, menjadi rentan
tapi tidak khawatir akan dihakimi orang lain, mereka juga tidak peduli
jika kelemahannya akan digunakan orang lain untuk menjatuhkan mereka.

mereka menghargai dirinya dengan segala kekurangannya,
tidak jadi membenci dirinya melainkan menyadari hal itu adalah bagian
dari kepribadiannya.

manusia yang sadar diri adalah yang paling dewasa
dan mudah untuk menjalin relasi dengan mereka.
mereka bersedia mengakui kesalahan dirinya.
mereka tidak keras kepala tentang perilaku maaf-memaafkan
terlebih ketika mereka tahu mereka bersalah.
mereka tidak membiarkan pasangannya merasa bersalah
atas kekurangan diri mereka.

hal terpenting, mereka tidak merasa khawatir berlebihan
ketika orang lain menunjukkan kelemahan diri mereka,
karena mereka telah mengenal dirinya.
faktanya, orang yang sadar diri selalu siap dengan argumen
karena tidak ada hal yang bisa diserangkan pada mereka
terkait ketidaksadaran dirinya.
tidak ada hal yang bisa mengejutkan mereka, dan jika
ada sesuatu dari mereka yang dipermasalahkan orang, mereka sanggup
untuk menganalisis diri mereka dan menerima kesalahan.

orang yang sadar diri mengajarkan pasangannya bagaimana untuk
sadar diri juga, entah dilakukan secara sadar atau tidak.
mereka tahu mereka bukan orang suci dan tidak berusaha
untuk menjadi demikian.
mereka hanya tahu untuk tidak menebak-nebak diri mereka
karena mereka sungguh tahu jati dirinya.
dengan demikian, siapapun yang ada dalam hidup mereka
bisa turut belajar untuk yakin terhadap diri sendiri.


hal berikutnya setelah mengetahui kesadaran diri
(atau istilah lainnya self-awareness) dan tahu bahwa
sadar diri adalah hal yang penting dalam berelasi dengan orang lain,
berikutnya adalah cara bagaimana menjadi orang yang lebih sadar diri.

artikel ini gw baca tidak sengaja,
ditulis oleh Alice Alech dalam artikel berjudul
"The Importance of Self-Awareness in A Relationship"

proses menjadi sadar diri melibatkan kejujuran untuk melihat
cara diri berperilaku, menganalisis hal yang sudah baik sekaligus
hal yang perlu ditingkatkan.

sadar diri juga meliputi pengamatan yang cermat atas kerja pikiran
dan kenyamanan untuk menjadi diri sendiri.

hal yang sama pentingnya dengan kesadaran diri adalah keputusan
yang dibuat untuk menghadapi rasa tidak aman dan ketakutan.

jika kesadaran akan diri rendah, relasi dengan orang dekat memungkinkan
untuk mengalami gangguan.

sebaliknya, seseorang dengan kesadaran diri dapat memberikan
kepercayaan diri yang dibutuhkan dalam menjalin relasi yang sukses.

keputusan untuk mengenali diri sendiri adalah hal yang menantang
sekaligus menakutkan, namun perlu dilakukan karena hanya dengan
pengenalan diri yang kuat, seseorang dapat membangun
dan mengembangan harga diri yang sehat.

harga diri yang baik berarti seseorang merasa berharga dan mampu
menghormati dirinya sendiri. harga diri yang rendah menunjukkan
seseorang tidak cukup mencintai dirinya.

kesadaran diri dan harga diri cukup kuat hubungannya. seseorang tanpa
kesadaran diri kemungkinan besar memiliki harga diri yang rendah.

Harga Diri

perasaan bahwa diri berharga sangat dipengaruhi banyak hal,
termasuk lingkungan keluarga.
seseorang yang berasal dari latar belakang keluarga yang suportif
dan penuh cinta kasih, sangat mungkin memiliki harga diri yang baik.

akan tetapi tidak semua orang seberuntung itu. banyak orang berasal
dari keluarga yang meskipun sukses secara karir, namun anggota keluarga
tidak diperbolehkan untuk menggali perasaan, pikiran, dan kekhwatirannya.

hancurnya relasi dan pernikahan sangat sering terjadi akibat tidak adanya
kesadaran diri. pasangan yang tidak meluangkan waktu untuk mengidentifikasi
kekurangan di diri masing-masing sebagai cara untuk tumbuh bersama,
cenderung akan saling menyalahkan satu sama lain ketika hal buruk terjadi.

proses kesadaran diri tampak sukar dilakukan namun penting untuk relasi.

Perkembangan Diri

orang yang tahu titik lemah dirinya dapat mulai berusaha untuk memperbaiki
titik lemahnya tersebut.

tidak ada orang yang sempurna, sehingga dibutuhkan waktu dan komitmen serta
komunikasi dengan pasangan untuk mengakui kelemahan masing-masing
dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.

hasil dari proses ini akan memberikan kebahagiaan dan kepuasan.

Toleransi

pemahaman diri akan menyebabkan seseorang menjadi lebih toleran dan mudah
untuk menerima orang lain yang belum menyadari pentingnya kesadaran diri.

seseorang yang sadar diri menjadi lebih simpatik terhadap pasangannya,
menghargai perspektif orang lain, situasi orang tersebut dan perasaannya.
hal ini akan meningkatkan rasa kebersamaan dalam hubungan.

Fleksibilitas

janganlah menjadi seseorang yang selalu benar, namun cobalah untuk menjadi
pasangan yang bersikap memahami dan mencintai. pasangan akan dengan mudah
menghargai fleksibilitas tersebut dan kemauan untuk terbuka.

Kemudahan dalam Membuat Keputusan

pemahaman yang dalam tentang diri sendiri membuat seseorang mudah mengambil
keputusan dalam hidup percintaannya.

seseorang yang sadar diri dapat dengan berani meninggalkan suatu relasi jika ia menemukan
ketidakcocokan tujuan dalam diri pasangannya, serta ketika ia merasa relasinya buruk
dan tidak sehat untuk kesejahteraan dirinya.

seseorang yang sadar diri juga lebih asertif dalam berkomunikasi. dunia tidak akan runtuh
ketika pasangannya membuat keputusan untuk mengakhiri relasi.

antar orang mudah untuk saling menyalahkan satu sama lain karena seringkali mereka tidak
bersama-sama menempatkan pentingnya kesadaran diri dalam berelasi.

Latihan Kesadaran Diri

jika anda dan pasangan sedang dalam masa yang sulit, latihan kesadaran diri mungkin dapat
membantu untuk melihat kembali bagaimana cara kalian bersikap satu sama lain sekaligus
meninjau kembali tujuan jangka panjang.

latihan kesadaran diri yang baik adalah mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama:

  1. apakah kamu mampu menerima kritik?
  2. apakah kamu mampu mendengarkan kritik yang membangun, memikirkan hal tersebut, atau kamu membangun tembok pertahanan diri di sekitarmu?
  3. apakah kamu menganggap dirimu sempurna?
  4. apakah kamu memiliki kecenderungan untuk menghindari berhadapan dengan aspek negatif dari relasimu?
  5. apakah kamu berpegang pada apa yang kamu yakini?
  6. apakah kamu menerima bahwa orang lain disekitarmu bisa memiliki gagasan yang berbeda?
  7. apakah kamu nyaman sendirian?
  8. apakah kamu memiliki daftar tujuan pribadi, hal-hal yang ingin kamu raih?
  9. apakah kamu merasa punya hak untuk mengejar tujuan tersebut atau kamu merasa orang lain harus menjaga dirimu?
  10. apakah kesadaran diri membuatmu merasa tidak nyaman? apakah meskipun kenyataan menyakitimu, kamu masih ingin melanjutkan proses bertanya pada diri sendiri untuk empat pertanyaan berikut.
    • apa yang dapat aku tingkatkan dalam relasi ini?
    • apa yang menjadi 3 kekuatan terbesar dan 3 kelemahan terbesarku?
    • bagaimana kamu melihat relasi ini berkembang?
    • apa yang menghentikan hal tersebut untuk terjadi?
diskusi atas pertanyaan tersebut di atas dapat menciptakan relasi intim yang bermakna sekaligus
mengaktifkan mekanisme kesadaran diri.

diskusi bersama pasangan menjadi pendekatan yang lebih positif dibandingkan mengasumsikan salah seorang menjadi penyebab masalah dalam relasi.

pertanyaan di atas mungkin tidak dapat dijawab dengan segera dan membutuhkan waktu untuk memproses perasaan yang menyertai.

pahamilah bahwa kesadaran diri adalah berkah. kesadaran diri membuat seseorang bertangghung jawab atas suatu relasi dan dalam pembuatan keputusan.

seseorang yang memahami pentingnya kesadaran diri dapat memperoleh respek dan pemberdayaan.

Monday, 30 October 2017

Kisah Beruyang #1

sekali lagi di kondisi hampa, kosong.
dia memberiku waktu untuk mengolah diri.
ikon dari sini.
bukan kebiasaan gw untuk menuliskan perasaan
dengan menggunakan bahasa indonesia,
terutama untuk hal-hal di dalam label "you".
awalnya tidak begitu nyata fungsinya selain
melatih kemampuan berbahasa inggris gw.
akan tetapi setelah gw pikirkan,
ternyata ada kemudahan pengutaraan perasaan
ketika menggunakan bahasa inggris.
pemakaian bahasa lain selain bahasa ibu,
membuat gw bisa berjarak dengan apa yang gw tulis.
yeah, Stella, si anak baper
yang suka tertekan sendiri sama luapan perasaannya.

tulisan ini agak berbeda dari kebiasaan karena
1. dibuat dalam rangka diminta olehnya
"bikin tulisan tentang aku dong" (Beruang, 2017)
2. dibuat dalam rangka gw menyadari
gw sudah lama sekali tidak mendokumentasikan
kehidupan gw dalam blog ini.

3. dibuat dalam rangka menyimpan kenangan ketika
bersama dengannya, yang proses penulisannya tertunda berbulan2!
(sungguh teramat sangat bukan Stella yang biasanya menulis secara real time)

kehidupan gw sangat berubah ketika gw bekerja
di tempat gw berada sekarang.
meski demikian, gw tetap menyempatkan untuk
mendokumentasikan momen kami di media lain ;)

well, berikut ini tulisan dari draft gw di HP
yang akhirnya gw pindahkan ke sini.



29 Juli
19:13

manusia ini adalah saranaNya menjawab cita2 gw.
ketika gw bergabung menjadi relawan radio streaming rohani,
gw membayangkan rekaman siaran dapat diakses di podcast/iTunes
supaya orang-orang dapat mendengarkannya dengan bebas, tanpa terikat waktu.
dua tahun berselang dari cita2 "muluk" tersebut,
di saat gw bahkan sudah tidak ingat lagi cita2 tersebut,
Ia mengejutkan gw dengan mempertemukan kami.

18 Juli, gw dihubungi olehnya.
dia menanyakan apakah gw masih menjadi penyiar.
lucunya, interaksi pertama kami sungguh kacau.
gw sulit dihubungi karena saat ditanya bisa ditelepon/tidak,
gw sedang berdiskusi seru dengan orang lain.
intinya, dibutuhkan usaha dan kesabaran ekstra darinya
hingga kami akhirnya bisa terhubung ditelepon...
dan terus terhubung sampai dengan sekarang.

berikutnya yang terjadi adalah kami membuat skenario
untuk menghubungi rohaniwan penanggungjawab radio.
janji pertemuan dengan rohaniwan tersebut selesai dibuat.
gw pikir interaksi kami sudah bisa diakhiri.

yang ternyata tidak.

H-4 janji bertemu dengan rohaniwan tersebut,
dia meminta gw untuk ke Katedral.
dia bilang dia perlu survei tempat supaya tidak bingung di hari H.
menurut gw ini permintaan enggak masuk akal.
"ini orang lagi modus atau memang kalau kerja beneran niat banget gini yak?"
hal itu yang muncul di kepala gw ketika dia bersikukuh
mau survei supaya hari H pertemuan dengan rohaniwan,
kami tidak kaku dalam bercakap-cakap.
gw bahkan membuat panggilan "Si Modus" (SM)
ketika gw menceritakan orang ini ke diari hidup gw.

bukti modus! hahaha.
hari dia mau melakukan survei merupakan
hari gw ke rumah belajar di daerah Tanjung Priok.
sungguh kesia-siaan belaka bagi gw
jika hari itu ke Katedral hanya demi memandu survei
yang bahkan menurut gw itu hanya modus belaka!
akhirnya sekalian gw minta dia jadi narasumber siaran,
dia bersedia dengan penuh keraguan dan gw masa bodoh.

oke gw menjadi pemandu tur + pemandu siaran.
simbiosis yang terjadi lumayan mutualisme, gw pikir.
pada kenyataannya yang terjadi adalah
1. gw terlambat 1 jam dari jam janjian bertemu.

2. dia baik2 aja menanggapi keterlambatan gw.

3. gw merasa sangat enggak enak.

4. tur keliling studio radio sekaligus penjelasan tentang radio
ternyata memakan waktu jauh lebih lama dari yang gw perkirakan.

5. gw batal menjadikan dia narasumber siaran gw,
meski sepanjang berbincang tentang radio gw sudah menawarkan
dia permen jelly (yang meski dia enggak suka, dia makan terus).

6. dia menemani gw makan malam di Mangga Besar.

7. kami jadi chat setiap hari,
bahkan setelah pertemuan dengan rohaniwan penanggungjawab radio.

ciyee.


entah-kapan-di-bulan-September
entah-kapan-jam-ditulisnya


gw menyadari bahwa Ia memberi apa yang gw butuhkan.
perjumpaan dengan SM membuat gw menyadari bahwa
gw membutuhkan seseorang yang mendengarkan,
rela berkorban untuk gw,
dan mau menghabiskan banyak waktunya untuk gw.

gw hidup dengan dikelilingi oleh orang dengan tipe
kesabaran yang rendah. tipe yang kalau sampai
menunggu 5 menit ketika janjian dijemput,
marah bisa sampai 5 hari, dibahas terus.

pengalaman hidup demikian membuat gw
sulit paham dengan kemauan dia menemani hangout seharian.
hari itu adalah hari kedua kami bertemu,
sekaligus hari di mana gw punya 3 urusan.
pertama, urusan sama dia di Katedral, jam 9 pagi.
kedua, urusan sama relawan tempat gw bekerja, jam 3 sore.
ketiga, urusan sama kegiatan relawan yang gw ikuti, jam 7 malam.

jam 9 pagi sampai jam 3 sore bukan waktu yang singkat.
hari itu gw super malas balik ke rumah karena sudah kebayang
ketika sudah di rumah, gw akan malas keluar lagi.
dia menemani gw dari jam 10 pagi sampai dengan jam 3 sore,
meski awalnya gw sempat membuat drama dulu dengan tergoda
mengiyakan tawaran teman gw mengantar gw pulang,
setelah meminta dia menemani gw nongkrong sampai jam 3 sore.

kejadian paling enggak gw pahami yang akhirnya membuat gw
terdorong untuk memeluk dia di penghujung hari adalah
ketika dia bersedia menunggu gw menyelesaikan urusan sampai jam 7 malam,
kemudian dia mau mengantar gw dari Sudirman ke Kosambi,
yang berjarak 20-an kilometer.
jarak rumah gw ke kantor 16 kilometer aja udah bikin gw males kerja,
ini lagi ada orang mau antar orang asing jauh-jauh,
gw enggak bisa paham.

hal paling mengesankan dari dia
yang gw lihat di hari ini adalah

1. kesabaran luar biasa.
dia bisa dong menunggu gw yang beracara sendiri
dengan relawan di tempat kerja gw. tanpa HP!
HP-nya dicharge di dekat gw, dan dia sabar menunggu
gw beraktivitas yang tidak melibatkan dia.
gw jadi dia pasti sudah pulang dari kapan tahu.

2. mudah memahami (kebutuhan) orang lain.
ini baru gw ketahui belakangan setelah dibahas
kenapa dia mau mengantar gw dari Sudirman ke Kosambi.
dia bilang, "kamu waktu itu kelihatan butuh ditemani".
gw sekarang paham kenapa di pertemuan kedua itu
ada dorongan kuat di dalam diri gw untuk memeluk dia.
gw sangat menghargai bagaimana dia bisa memahami
kebutuhan gw saat itu tanpa gw perlu mengutarakannya.

maaf untuk eksploitasi yang gw lakukan waktu itu.
tapi sebenarnya...
dia punya kebebasan memilih untuk
pergi atau tetap tinggal dan meladeni gw kan?
hahahaha, iya, ini Stella dengan rasionalisasinya.

setelah momen ini, kami semakin dekat.
tidak pernah sebelumnya gw merasakan terhubung dengan orang lain
semudah ketika berinteraksi dengan dia.

ada alasan kenapa gw sebut dia Beruang,
I do want to hug him from the very first time we met.

ciyee.

Sunday, 16 July 2017

In Absentia #3 - Sweetness of Long Distance Relationship

me. shucks. everyday.
original source link can't be found.

being in a long distance relationship (within the same time zone)
is a new experience for me. I'm glad to experience it, anyway.
in spite of the fact that the torture feels much more than the merry
but I am still grateful I'm currently have a 'virtual' boyfriend.
in his absence, unavailability, yeah you name it,
I learned a lot of things.

I analyzed myself, so much I can't help it.
one day, I found out I am such a terrible person
when I have to hold my own loneliness.
I used to be alone for years and okay with it.
unfortunately, since I create perfect imagination of this 'virtual boyfriend',
his presence, as simple as his name appears on my notification bar,
really brighten up my day.
yeah, our mind can be so deceptive.

honestly, there are times when I feel like
he is just a bot who says good morning,
reminds me to eat lunch and dinner,
and checking if I arrived home, everyday.

sometimes when I know my friends can easily meet their boyfriends
as easy as making plan in the morning and meet up in the afternoon,
I do want the same thing. so much.
I want to see him,
I want to talk to him in person.
not over the artificial text or voice on the phone.
I want your whole self as a person being there in front of me.
making connections much deeper than using any other media.

I often ask myself, "what have I done by accepting
this stupid offering, being in such ridiculous LDR?".
interestingly, I tend to manage to find the answer for my own question.
yeah, one of my psychologist friend told me I have a strong ability
to rationalize obstacles in my life.

there are times when I hate my deceitful mind.
this is just one of many occasions.

rationalization #1
I am beyond-physical person.
this is the most bullshit I tend to say to myself, lately.
I pretend to make it happen.
I know I am such a quality-time addict.
but this time I am challenged to be beyond myself.

rationalization #2
I become immature when I meet any fully grown-up person.
actually, this is nonsense.
how can a well-functioning person makes you feel less than yourself.
I think, instead of diminishing other,
someone who has been well developed, supposed to nourish
growth of other people.

rationalization #3
When I feel down, the problem is within me.
this is truly a false belief.
nothing is wrong when someone feels down,
thus when it feels guilty after you feel something,
there must be things not right.
work with it, end the toxic relationship if needed.
everyone should be free from guilty feeling
for everything they feel, shouldn't they?

by the way, somehow during your absence,
I spent my time browsing for stuff usually LDR-couple do.
I am amazed at how creative people can be,
LDR can be sweet, after all.

read the tips from here.

well, one month is enough for all the lessons.
I think it comes the time to let us go, virtual boyfriend.
thank you for the experience and the short class.

Monday, 10 July 2017

In Absentia #2 - Over-Apologizing

taken from my fav resource
Regards Coupables

this time, I've decided to talk to my brother.
he's my private counselor and currently I need to hear his words.
I am deadly confused with my own discomfort
to receive daily sorry from him
because he hasn't managed to call me for ... geez I lost count.

several things I feel right now:

  • I have nothing to say anymore to reply his sorry text.
  • I don't think I need his sorry since it feels like a night ritual.
  • I appreciate his apology, it shows he remembers his promise quite well.
  • my craving for his voice vanished somewhere I don't know.
  • I don't expect him to call.
  • I feel tired of wanting him to call.
  • there come sometime I am afraid we are going to be awkward
    when we have to talk to each other like those days we used to.

I talked to my brother about things I feel.
I can't stand them anymore, those feelings really disturbing
and I am not really sure whether it was a right thing to say
"keep your sorry to yourself until you make it.
I do understand your condition and I hope you can make your promise."


"there will come the time when he no longer says sorry
then you regret to tell him not to say sorry."

the words of my brother feels like a hard slap on my face.
"what the heck I'm doing?"

then the long conversation with my personal counselor, began.
some relationship issues I addressed to him:

  • I have nothing to say anymore to reply his sorry text.
  • private counselor said: try to be grateful, he's still saying sorry it's good enough. at least by you replied him saying okay, it's enough.
    what if he thought I'm doing passive-aggressive move just by saying okay?
    pcs: be genuine and everything else is other people's problem, not yours.
     
  • my craving for his voice vanished somewhere I don't know.
  • pcs: doesn't it good? you got back to your sense.
     
  • I feel tired of wanting him to call.
  • pcs: it's your own problem. never expect anything from anyone. try to do thing without any expectation. heartache prevention is such an anti-theses to love someone whole-fully.

there are many things we talked about tonight
and our talk just makes me feel I am such a spoiled brat
who is blessed enough to have my brother around.
at the end of our conversation, he asked me
"can't you think about everything by yourself?"

"no, I don't have such capacity. by the way, that's the reason He sent you to be my brother, isn't it? to help me through this complicated life."

not long after I went downstairs to enter my room,
a text from my pcs appeared.
he sent me this link, an article from Psychology Today
about over-apologizing.
I am touched and send him the link to know
what kind of Apology Language he has.

each time I've talked to my brother,
it only adds more love over him.
I am not ready to lose him in September.
I do need you, my one and only brother I adore.
thank you for always being there when I even can't understand what's going on with me.

#BeyondGrateful #BrotherSisterhood

PS:
as I remember I was once post this image, somewhere in my blog.
I don't manage to find the post which contains it, so here is the
apology vs thank you illustration from Yao Xiao



Wednesday, 5 July 2017

In Absentia #1 - Self-Control

thanks Adams Carvalho for the illustration.
it's been a week since our last loooong talk over the phone.
I don't know whether he gets it or not.
I do miss his voice and his stories.

I try my best not to add his troubles.
the first two day he didn't call,
I went through extreme struggle.
bad mood, insecurity, disappointment,
and many other negativeness haunted me.
I thought I might be insane.

exhausted with my own thought,
I asked for advice to my living diary.
thankfully, she was very mad at me.

#1: People should fulfill one's promise. One of the thing that differentiate from a good person and normal and not is how well someone is keeping his words. Is it polite enough, thoughtfully said or not, really mean it or not, fulfill it or not. Because in one way or another, it shows how trusted someone or he's just a hypocrite.
#2: Life is full of uncertainty. Even you are the greatest person in the world, no matter how you mean your words, if things happen, things happen. Sometimes you need to choose (to me, more likely than not, you will have a choice) to revise your plan or promise. In this case, probably you see it as a promise thus has more effect on you. By understanding that, you also need to understand how important it is.
#3: Understanding and forgiveness. You can consider few things like "is he always like this? Is he doing it with a weak reason? If I were him, what will I do?". After you reflect, try to reconcile. Talk about it after that. Say how you feel, use more "we" that pointing the blame on you or use I as self-focus statement. Use feel than think.
#4: Wake up and realize that your life is not only revolve around him. Whatever things that make you believe he is serious with you is only his words. I'm not asking you to be a bitter person and have no faith on humanity or hate people by believing that all men are the same: jerk and liar. At least approach it with caution. You can't be too naive.
#5: Mastering the 4 points above and then do live you life in a more interesting way. Go out with friends or do something you like. "Baper" only waste your time and time is limited. Be a person with value added, don't make yourself to be your own dementor. Prove yourself worth and stop being stupid for not being called. It is for other party to make it up to you, not for you to be annoyed and let it ruin your day. Bego lu.
Anti-"Baper" trick #1: Understand about priority. You should know how much a person or a matter deserve your thought.
Anti-"Baper" trick #2 (shucks version): Find another "toy". 
well, her words really hit me hard.
I realized I am such a childish person
who tend to always get what I want.

his absence for days makes me rethink about
what kind of person I am.
sadly, I have to admit the fact that I am such a spoiled kid.
the ridiculous thing is when this spoiled kid
always asks for a mature person to be hers.

now, he is in front of her eyes,
she feels happy about it,
but she behaves inappropriately just because
he's been unavailable for days.

dear Universe,
thanks for granted her the thing she wants in her life
and
please do forgive her for her stupidity.

Tuesday, 4 July 2017

Three Days Unavailable

source link was broken.
sorry no credit.

I can't sleep and tomorrow is my first day to work
after the long Eid Mubarak holiday.
I think I can't stand it anymore, I miss to talk to him
SO MUCH!

he called me today in the noon just to tell me
what he was going to do today and that was my very first time,
picking up his call in front of my whole family
plus in front of my cousin.

today is the third day, I spent less than an hour to talk to him.
he's been very busy because of the misfortune that happened to his aunt.
I tried my best not to disturb him
but on the other hand I can't stand my current discomfort feeling.

discomfort explanation from here.

I want to tell him what I've done.
I want to know what he's going to say about things I've done.
I want to open up myself to him, let him know what I've been holding on.

I've talked to my family about who is this guy.
the man who called for hours nearly every nights in a week.
the man who ruined my sleeping time.
the man who filled my day recently.

they looked fine.
I don't fine.
I haven't told him anything about this, I assumed he didn't have
much time and focus to listen to this.
I thought this might be trivial for him
but this is such a big deal for me.

congrats sir, you've done it.
you've made me crazy enough to say "I miss you" first,
but heck like I care.
I MISS TALKING TO YOU!!!



7:54 AM

you texted me to say sorry for being unavailable yesterday.
I was okay, I've already managed to sleep
but still I feel like I need to talk to you.

I thought you won't ask me for telling you I couldn't sleep.
fortunately, as usual, he was able to make me feel being understood.
his simple question "what's wrong with you last night?"
made me call him instantly.
he was in the middle of preparing to go snorkeling, but I didn't care.
I think those 8 mins talking
was much more precious than those many hours of us talking.

it was a very short time but it means a lot for me.
I know you care.
thank you :)

beautiful illustration from Etsy.

Sunday, 2 July 2017

Tentang Jatuh Cinta

gambar diambil dari sini.

seolah menjadi ritual buat gw untuk mengeksplorasi diri ketika gw sedang dekat dengan seseorang. seperti contohnya saat ini, gw sedang mencari tahu tentang jatuh cinta karena gw ingin tahu apakah gw sedang mengalaminya.

ketiga artikel dari Psychology Today berikut menjadi inspirasi tulisan gw kali ini.
(artikel 1, artikel 2, dan artikel 3)

gw sangat suka dengan tulisan di artikel pertama yang berjudul
Bagaimana Cara Anda Tahu Sedang Jatuh Cinta. Kim, si penulis, berusia 38 tahun dan punya pengalaman perceraian. berdasarkan pengalamannya, Kim mengatakan bahwa cinta adalah wujud dari serangkaian pilihan.

setiap orang, berdasarkan prioritas dan preferensi masing-masing, punya serangkaian faktor yang menjadi landasan untuk memilih apakah mau atau tidak mencintai seseorang. faktor itu terdiri dari bentuk badan, kecerdasan, prinsip hidup, dan lain sebagainya.

Kim, di artikel tersebut mengibaratkan bahwa cinta seperti penerbangan di pesawat. ketika terjadi goncangan/turbulensi, muncul keraguan terhadap pasangan, saat itulah pilihan kembali perlu dibuat. pilihannya hanya dua, melanjutkan penerbangan atau berusaha loncat keluar dari pesawat.

kesimpulannya, cinta adalah proses memilih setiap hari, antara mau mencintai atau tidak. antara mau melanjutkan proses mencintai atau berhenti. karena pada kenyataannya, seseorang bisa mencintai orang lain selamanya sekaligus memilih untuk tidak mencintai orang tersebut selamanya. ada kalanya kemampuan untuk mencintai menurun atau meningkat. terkadang terasa mudah, terkadang rasanya sangat sulit untuk mencintai. akan tetapi pada akhirnya, semua itu adalah pilihan.

semakin lama seseorang bertahan dalam pesawat, semakin mudah ia dalam memilih. pilihan dalam mencintai menghasilkan kesempatan untuk mencapai sesuatu dalam hidup yang tidak mungkin dicapai sebelumnya jika dilakukan seorang diri.

tulisan di artikel dua dan tiga ditulis oleh orang yang sama di tahun yang berbeda. intinya kurang lebih sama-sama membahas tanda-tanda jika seseorang jatuh cinta. berikut ini kompilasi yang coba gw buat dengan menggabungkan kedua artikel tersebut.


  • Bersedia melakukan hal baru
  • misalnya jadi menonton acara TV yang berbeda, mencoba makanan yang baru, dsb.

     
  • Mengalami perasaan yang intens (termasuk tekanan)
  • peningkatan hormon stres, kortisol, membuat seseorang menjadi lebih cemas, tegang, atau gugup. hal tersebut adalah respon yang wajar terhadap seseorang yang dianggap memiliki kesan mendalam.

     
  • Termotivasi untuk bersama dengan orang tersebut
  • Mendapat balasan perasaan
  • orang yang sedang jatuh cinta akan fokus terhadap satu sama lain. ketika perasaan jatuh cinta timbul untuk beberapa saat, keinginan untuk saling terikat (attachment) menjadi meningkat. rasa senang atas kehadiran pasangan menjadi tanda keberhargaan relasi yang dibagun serta membantu keberlanjutan relasi.

     
  • Ada dorongan untuk mengatakan "aku sayang kamu"
  • dorongan ini menjadi tanda paling jelas meski banyak orang yang ragu untuk mengatakan tiga kata tersebut. laki-laki lebih mungkin untuk mengatakannya terlebih dahulu daripada perempuan. selain itu, kepedulian dari satu orang kepada orang lain membuat seseorang yang sedang jatuh cinta terdorong untuk melakukan sesuatu demi memudahkan hidup pasangannya. cinta yang tulus memungkinkan kedua orang yang saling mencintai untuk saling memberikan kebaikan sehingga meningkatkan kesejahteraan kedua pihak.

     
  • Berani berinvestasi terhadap orang tersebut
  • investasi yang dimaksud termasuk juga keberanian untuk mengambil risiko dalam membuat pilihan terhadap orang lain. misalnya memilih untuk secara terbuka menceritakan rahasia masa lalu yang kurang baik, atau memilih untuk mengorbankan waktu, tenaga, emosi, dan uang. orang yang jatuh cinta akan semakin meningkatkan investasinya terhadap pasangan, sehingga semakin mendorong komitmen dan stabilitas relasi.

     
  • Memiliki jawaban iya atas pertanyaan berikut
    • Apakah orang tersebut akan mendukung, menghormati, memahami, dan berbelas kasih terhadapmu?
    • Apakah orang tersebut memiliki nilai-nilai (values) dan prioritas yang sama?
well, akhir kata, meski ada beberapa hal yang bisa dijadikan tanda apakah seseorang sedang jatuh cinta, pada akhirnya diri sendiri yang membuat keputusan apakah saya mau mencintai dia.

selamat mencinta, semoga cinta kembali padamu.
My heart says we've got something real
Can I trust the way I feel
Cause my heart's been through it before
Am I'm just seeing what I want to see
Or is it true
Could you really be

Someone to have and hold
With all my heart and soul
I need to know
Before I fall in love
Someone who'll stay around
(Who warns) my ups and downs
So tell me now
Before I fall in love

And I'm at the point of no return
So afraid of getting burned
But I wanna take a chance
Oh please
Give me a reason to believe
Say you're the one that you'll always be

Someone to have and hold
With all my heart and soul
I need to know
Before I fall in love
Someone who'll stay around
(Who warns) my ups and downs
So tell me now
Before I fall in love

It's been so hard for me
To give my heart away
But I would give my everything
Just to hear you say...

Someone to have and hold
With all my heart and soul
I need to know
Before I fall in love
Someone who'll stay around
(Who warns) my ups and downs
So tell me now
Before I fall in love

- Before I Fall In Love, Coco Lee

Saturday, 1 July 2017

The First Day of Disturbing Feeling

image borrowed from here.
today is the very first day
I don't manage to reach him,
after 5 days in a row,
I always able to talk to him
about everything inside my head.

I waited for his free time,
unfortunately he's been busy all day.
he kept me informed about what he was doing.
I appreciate it, but still it's hard for me to handle
the urge to talk to him.

there was a time in the noon
when he called and I missed it
because I was in the middle of doing something.
the next thing, he was very busy to handle two men work.

I understand enough he's been busy
and he already made an effort to contact me.
the problem is, I have to face and cope with
this effing feeling of wanting
to talk to him as soon as possible.
I do really learn today, how discomfort it is
to experience such feeling.
I can foresee it might happen some times
in the future, since there is a long distance between us.

the peak was when dinner time come.
it tend to be our talking time until dawn.
I texted him to let him know
I was okay if we postponed the talking time tomorrow.
he said sorry and I was happy enough to read his sorry.

now, I think the main problem for me is
to figure out another alternatives
to overcome this kind of unpleasant feeling.

I used to:
1. write down any discomfort feeling I currently feel.
my own explanation helps me a lot
to know what is the main reason of discomfort I felt.

2. listen to music (which most of the time,
only worsen the feeling)

3. look up for some sweet illustration on Pinterest,
or some quotes that remind me to grow up.

4. read Psychology Today articles I've already bookmarked,
try my best to get the most logical explanation of what I feel.

5. pray then sleep, hoping there is something deary from him
in the following day (any thoughtful message or anything else,
I don't know). the pray part less likely to happen.
I do it only when I can't stand the feeling anymore.

well, I think I need to expand this list to 10
so I don't get bored with my own coping strategy. LOL.

ps: I listened to this song and I feel like
I want to put it here along with this post.
I'm not looking for someone to talk to
I've got my friend, I'm more than O.K.
I've got more than a girl could wish for
I live my dreams but it's not all they say
Still I believe (I'm missing) I'm missing something real
I need someone who really sees me...

(Don't wanna wake...) Don't wanna wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
All I need is to know it's for sure
Then I'll give... all the love in the world

I've often wondered if love's an illusion
Just to get you through the loneliest days
I can't criticize it
I have no hesitation
My imagination just stole me away
(Still...) Still I believe
(I'm missing) I'm missing something real
I need someone who really sees me...

(Don't wanna wake...) Don't wanna wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
All I need is to know it's for sure
Then I'll give... all the love in the world

Love's for a lifetime not for a moment
So how could I throw it away
Yeah I'm only human
And nights grow colder
With no-one to love me that way
Yeah I need someone who really sees me...

(Don't wanna wake...) And i won't wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
You'll reach for me and I'll know it's for sure
Then I'll give all the love in the world
(Don't wanna wake up alone anymore...)
- All The Love in The World, The Corrs

Friday, 30 June 2017

The Way He Makes Me Feel

hold onto you.
nice illustration from here.

our last call yesterday makes me feel
there is something wrong with me.
he talked a lot, as usual.
I laughed at his jokes, also like usual.
the unusual thing is, there are times
I feel I don't know what to say.

I tend to be able to sleep well
after we talk over the phone for hours.
yesterday was different.
I can't sleep immediately.
there was something on my mind
but I was not sure what it was about.

tortured, I finally managed to sleep at 5AM.
I texted him I can't sleep but I don't know why.
I told him I need time to clear my mind
(well, that means don't try to call me on the day,
luckily he got it without me having to explain more).
Acong responded my text with his haughty style
"you are falling in love".
blah, not that fast monsieur.

in the noon, while I'm still thinking
what's going on with me,
I wrote about an analysis as seen below.

the very first person who able to stimulate me
to think about all these things!
he is one of a kind.
sense of safety, trust, and reliability,
I found them as rare features of a person,
I found them in you!

as soon as I've done my analysis, I feel relaxed.
I am a little bit surprised there are many things
I've never say out loud and they turn into anxiety.

phew, I'm glad I've found another coping method
that suits me well.

PS: as I wrote down my thoughts,
I listen to this song and somehow I feel the lyric
tells a lot about my impression of him.

Didn't they always say we were the lucky ones.
I guess that we were once, babe, we were once,
but luck will leave you cursed, it is a faithless friend,
and in the end, when life has got you down,
you've got someone here that you can wrap your arms around.

So hold on to me tight,
hold on to me tonight.
We are stronger here together,
than we could ever be alone.
So hold on to me,
don't you ever let me go.

There's a thousand ways for things to fall apart,
but it's no ones fault, no it's not my fault.
Maybe all the plans we made might not work out,
but I have no doubt, even though it's hard to see.
I've got faith in us, and I believe in you and me.

So hold on to me tight.
Hold on, I promise it will be alright.
Cause it's you and me together,
and baby all we've got is time.
So hold on to me,
hold on to me tonight.

There's so many dreams that we have given up.
Take a look at all we've got,
and with this kind of love,
and what we've got here is enough.

So hold on to me tight.
Hold on, I promise it will be alright.
Cause we are stronger here together,
than we could ever be alone.
Just hold on to me,
don't you ever let me go.
Hold on to me, it's gonna be alright.
Hold on to me tonight.

They always say, we were the lucky ones.
- Hold On, Michael Buble

yes, I do feel like want to hold on him.
I believe in him, my human-shaped kintsukuroi.

Wednesday, 28 June 2017

Hey You, Crazy Acong!

lovely saying by Emm Roy
in my hopelessness (so-called by my living diary),
there comes this guy. his uncommon greetings took my attention.
I responded him, casually, then the chat continued easily.

we talked quite much in the middle of the night.
after 1.5 hrs texting, he asked to call me to explain something.
I refused, I suggested him to call by tomorrow.
that was a mistake.
that was my very first time talking to a stranger, on the phone,
for more than 4 hours STRAIGHT.
crazy yet impressive.

I tend to feel discomfort to be called by anyone.
first, it took all of my concentration. once the talking begin
that means I can't do anything besides listening and responding.

second, somehow I feel I am extra alert when answering phones.
I don't have a lot of good experience on using telephone
because my mom tend to yell annoyingly to me when I'm on call
to make my friend stop the call.
(yeah, I used to call for hours, gossiping with my school friends).

third, my tendency to be a people-pleaser
makes it hard for me to end the call one-sided.
I will look for the right time to say
"okay, let's continue the talk tomorrow"
which only make the conversation going to no end.

interestingly, this guy managed to make me feel okay
to accept his call instantly.
there were so many INTERESTING things he said to me.
I found it hard to recall every little details
like I always do when I just know someone.
he has roller-coaster life, I've never imagined before.

as if one impression were not enough,
he surprised me with the craziest thing I've ever known,
he asked me to be his girlfriend at the end of the 3 hours talking.
his (I assumed as) impulsive proposal only lengthen the talk.
in between being flattered and shocked,
I try to think clearly "what's going on???".

trust me, it was not easy because
it was 1 AM and we were still talking on the phone.
I keep trying to figure out what was on his mind.
none of us under the influence of alcohol but everything
seems very spontaneous and in extremely fast pace.

after another couple hours talking,
I said yes to his impulsive offer.

actually, I've tried my best to ask for two days to think.
I know myself well, I need to think thoroughly
when I have to make any decision.
unfortunately, this guy was not that patient
to wait for me to think.
"it sounds as if we were teenagers who need time
just to answer a simple offering.
what does dating mean for you?"
his annoying remark triggered my mind.
yeah, well, nothing's wrong with give it a try.
I agreed his argument about dating is the time
to know more about each other,
but I have so much doubt in my mind.

the next day, I woke up very early,
I went back to sleep again, and the next thing I know,
I left my phone unintentionally.
I was busy playing card
with my brother and cousins through the day.
as I checked my phone after that, I found some texts from him.
his first line was, "pagi, pacar".
the other lines were he telling me consistently about
what he was doing and where he was.
I am touched yet I feeling guilty for neglecting his texts.

... the other things I know, my other two days were filled
with his never-ending calls. I am amazed how he is able to
make me stay listening to him for THAT LONG.

the call log from and to him.
9.45 hrs talking in 3 days
new record unlocked.
crazy.
as I wrote this, I can't recall how many times I said "crazy".
he is totally out of his mind.

things I noticed easily from him since his very first call:
  1. he is a deep person. able to gain new insights from life which derived from adversities.
  2. he is also practical. geez, deep and practical what a unique person.
  3. he is crazy at its finest. no other word can describe him better.
  4. he is having good sense of self and excellent self-determination.
  5. super confident, well, I call him Acong (anak congkak/haughty boy) instantly.
our significant trait, to compare with other profiles.
well, it's not reliable but give slight understanding though.
I found him attractive.
whatever he said, whatever he thought, whatever his belief,
everything seems like mesmerized me.
it keeps ringing in my head, "oh my, I can't agree more!".
I keep saying "how do you get such insight?".
I keep laughing during our talk over the phone.

the more he disclose himself,
the more I feel like I've met my kind of guy.
I do really wish this is more than just a false first-impression.

yeah, Acong, let's give it a try.

ps: he listened to me when I asked him not to call today.
I appreciate this kind of respect move, very much.

Tuesday, 27 June 2017

(Semoga) Menjadi yang Terakhir


rebahan dambaan.
ilustrasi apik ini dari sini.

semua berawal dari kongkow DH terakhir.
salah seorang teman bercerita dia akan segera melepas status jomblo.
antara terkejut dan tidak, sebuah ketakutan menjadi
"the one who left behind", tiba-tiba muncul.

perasaan takut itu membuat gw cukup galau beberapa hari.
perasaan tidak tenteram menghantui gw yang gw sendiri ga tahu
apa penyebab utamanya. berita dari teman gw itu hanya menjadi stimulus,
gw percaya masih ada root cause dari ketidaktenteraman jiwa
yang gw alami.

ada kalanya gw merasa sangat ingin reach out to someone,
tapi rasanya sangat sulit menemukan that one figure I trust enough
untuk bisa mengembalikan ketentraman jiwa gw.
gw berpikir, mencari figur itu di daftar kontak gw, nihil.

galau. sendirian. gw berpikir keras gimana cara menghilangkannya.
sebuah pengalaman tidak menyenangkan.

gw menduga-duga, ada beberapa penyebab gw merasa takut tertinggal.

  • baru-baru ini gw menyadari ada yang berbeda dengan tahap perkembangan psikologis gw, dibandingkan dengan teman-teman seusia gw yang lain.
  • di usia yang sama dengan gw, teman di sekitar gw sudah punya gambaran yang jelas tentang kehamilan, pernikahan, pertunangan, kepemilikan rumah, pendidikan lanjut, dan jenjang karir yang ajeg.
  • gw yang tahun lalu baru mengalami ketidakberhasilan pengajuan beasiswa untuk S2, seperti kehilangan arah. gw enggak tahu kapan mau coba lagi untuk ambil S2, aspirasi karir pun jadi turut kabur.
  • pertanyaan sederhana yang bahkan ditanyakan dua kali di tahun yang berbeda oleh seorang teman yang sama, "kapan mau married, Stell?", sampai sekarang masih belum bisa gw jawab.
intinya, gw mengalami krisis keyakinan bahwa gw berkembang dengan wajar
selayaknya manusia sebaya gw yang lainnya.
pelepasan bayi kura-kura ke lautan menjadi ilustrasi yang sangat menggambarkan
apa yang gw rasakan saat ini.
menjadi bayi kura-kura yang paling belakang, rawan dimangsa musuh terlebih dahulu,
begitu juga dengan bayi kura-kura yang paling depan.
ya kan?

laut jadi tujuan, meski tanpa tuan di depan.
ilustrasi apik dari sini.

bukan kebetulan, di saat-saat galau gini di dekat rumah gw
sedang dilakukan novena St. Antonius Padua.
gw tergoda untuk memasukkan intensi ke St. Antonius
supaya Dia membantu gw menemukan jodoh yang sampai sekarang masih hilang.
akan tetapi niat yang kurang kuat itu
hanya membuat gw berakhir dengan membuka online dating apps.

iya, gw punya profil di online dating apps.
menurut gw, aplikasi itu menjadi sarana termudah untuk memenuhi
kebutuhan berinteraksi dengan orang asing dengan segera.
kebutuhan dasar seorang ekstrovert (yang malas dan bermental instan).

berbeda dengan Stella beberapa bulan lalu,
kali ini gw membuka aplikasi itu dengan tekat
bahwa ini akan menjadi interaksi instan terakhir
yang gw upayakan dengan orang asing.

gw dengan jenuh dan enggan membuka, melihat, membaca
satu per satu profil orang yang mengirimkan pesan ke gw.
ada orang lama, ada juga orang baru.
percakapan awal yang sama, profil tipikal yang sama,
pada akhirnya gw merasa jengah.

akan tetapi karena ini gw dedikasikan sebagai momen terakhir
mengakses aplikasi online dating,
gw akhirnya membuat sesuatu yang berbeda.
gw memutuskan untuk mencantumkan identitas agama di dalam profil.
hal yang tidak pernah gw lakukan sebelumnya karena gw tidak merasa
orang lain perlu mengetahui apa yang gw yakini.

perubahan yang gw lakukan membawa hasil.
gw yang awalnya skeptis akan bertemu dengan orang seiman,
ternyata setelah gw mencantumkan agama gw di profil,
ada juga yang punya agama yang sama,
iman yang sama, yang membuat kami berinteraksi sampai sekarang.

semoga kamu menjadi yang terakhir.
kalau pun tidak menjadi yang terakhir,
semoga kita meninggalkan jejak untuk meningkatkan kedewasaan bersama.

Saturday, 15 April 2017

Easter 2017: Vigil Night

an unfortunate miss-saying name.

people can call others' name wrongly.
my mom tend to call me as my brother
and vice versa.
it is common, but not when someone
called you by his girlfriend name.

and he was once your crush.

as the awkward moment happened,
one thing you know for sure,
you still have some feeling towards this guy.

image taken from here.
#AwkwardFeelings

Monday, 27 February 2017

Embracing One's Self

beautiful collage from Isabel Reitemeyer


I got scared when I don't know what I want, what I wish for.
today, I went to the nearest church
to attend weekly silent mass.
I know how blank my mind is
but somehow I feel like I want to attend it.

I listened to the typical verse about how tomorrow
will take care of itself.
my mind wandered and then I realized,
how can I hope there will be someone out there
who is able to understand me well enough
if I were the one who don't know myself?

I try to be more ignorant but at the same time
I feel sad when I know little information.
I hate to do something out of my responsibility
but at the same time I put my standards to other people.
unlike projection image which A is always becoming A',
I am A which comes with B'.

when I am confused with myself
how come I expect people understand me well?

embrace your real self Stella.
it is okay not to be the ideal Stella
you've known for so long.

no need to worry.
it might be slow but the most important thing of
being in a self-development process is
you are progressing.

tomorrow will take care of itself.
I do believe it.

Sunday, 12 February 2017

Intoxicate

image taken from here.

one thing I realized recently, emotion is toxic.
thoughts fly inside my head,
creating such agitation over my body.
what an inconvenient experience.

if only I were a plant which has no feelings,
would I live this life happier?

I do need to scream so loud right now.

oh shit.
even when I need to scream,
I think.

Friday, 3 February 2017

29 on 25

image borrowed from here.
another birthday, another new unexpected gifts.
this year I got two.
first, I got my psychological test.
second, I got texts on my birthday from some surprising people.

the test was about to assess my leadership skill.
I don't know what to say about the result since that was
my very first time having myself assessed.
no, it's not about my personality
but about my leadership style.
I am messed up.

there are some good points of my leadership style
and I remember them clearly, esp. about my weaknesses.
I am easily distracted.
I am afraid to make decision about things I am not familiar.
I rely heavily on my past experience.
I can't stand with ambiguous situation.
I tend to procrastinate.
I am lack of discipline.
I trust people so much I tend to let things unsupervised.

in conclusion, I am not recommended to be a program manager,
the position I was applied.
the reason why I am now spending nearly 4 months,
commuting from my home to Kebayoran Lama.
I think there is nothing that holds me back to stay.
it's pretty clear now, I am in the place where I don't belong.

another eye-opening fact I got was
I have two levels above average for my IQ result.
it is hard to believe since I believe I am not that bright.
I really don't know if these findings are good things.
one thing for sure, I do think I need to find another place
which is fitter for me so I can develop myself optimally.
no wonder I got sick nearly 3 from total 4 months I worked
in this very new world, new job.

next, about the texts.
as I woke up this morning, nothing thrilled me.
my mom cooked birthday noodle.
I got seat on the bus as I went home.
me and my fam (with my aunt) ate Thai food
and chouxes for celebrating my birthday.

those all were nothing to compare with these 29 line texts
which successfully makes me break my own promise to myself:
not to meet him again.

I can't help. I need the comfort vibe when we talk.
 I need your good decision making skill.
I need someone I can talk to easily.
his text brighten up my day for sure.
I said yes without any hesitation,
it sounds so cheap I know, but I don't care.
I have something to look for once more.
it feels like I get his time as my birthday present.
this is crazy and sounds hard to be missed.

I am sorry myself, the need to meet him is much bigger
than my ability to stick with what I've said.
lack of discipline, yeah, that is me
based on my psychology test result.

the least person I expect to send me birthday greetings.
I don't know what is it with my birthday this year.
dear fire chicken, chicken on fire, or whatever it is,
please do good to me through this tough year.

#25isJustANumber #25thNow #25isNotCrisis